Petani di HSS Sukses Panen Padi Apung di Lahan Rawa

HULU SUNGAI SELATAN, DUTA TV — Meskipun didominasi lahan rawa yang kurang produktif, Kelompok Tani Bina Baru di Desa Siang Gantung, Kecamatan Daha Barat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berhasil memanfaatkan perairan tersebut menjadi lahan pertanian.
Para petani setempat sukses membudidayakan padi apung dengan dukungan dari Bank Kalsel dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Kali ini, Poktan Bina Baru mampu menggelar panen raya padi apung varietas Inpari 32 dengan hasil gabah mencapai sekitar 6,1 ton per hektare. Jumlah tersebut dinilai cukup baik, mengingat lahan yang digunakan merupakan perairan rawa.
“Padi apung yang kita panen hari ini merupakan kerja sama dan bantuan perbankan. Lokasinya di Siang Gantung ini, lokasi yang sejauh mata memandang adalah air, tetapi ketika kita memanfaatkan ini dengan membuat padi apung, ternyata sungguh luar biasa hasilnya.” kata Syamsir Rahman – Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel.
“Hari ini dalam syukuran padi apung, alhamdulillah kita bersyukur atas apa yang kita capai. Tentu saja, ini di tengah keterbatasan berupa lahan air, selalu ada solusi melalui inovasi padi apung ini. Kita harapkan bukan hanya inovasinya yang berhasil, namun juga keberlanjutannya dapat kita jaga.” Ucap Agus Maiyo – Kepala OJK Kalsel.
“Hari ini bagus, sekitar enam ton per hektare-nya, dan ini bukan sekali ditanam lagi. Tema keberlanjutan sesuai dengan ketentuan kita, karena keberlanjutan itu penting. Ini menunjukkan mudah-mudahan ke depan Kalimantan Selatan lebih maju, petaninya lebih sejahtera, dan keberlanjutannya dapat dari padi apung ini yang sejalan dengan visi misi Pak Gubernur: menjadikan Kalsel yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.” ucap Fachrudin – Direktur Utama Bank Kalsel.
Selain menggelar panen raya, Kelompok Tani Bina Baru juga langsung melakukan prosesi tanam padi apung kembali dengan harapan siklus penanaman dapat terus berjalan tanpa terkendala cuaca dan musim.
Reporter : Muhammad Irfansyah





