Belum Sepakat dengan Warga, Normalisasi Sungai Kuranji ‘deadlock’

Banjarbaru, DUTA TV — Banyaknya bangunan liar warga di Kertak Baru hingga menutupi sungai Kuranji di Cempaka kota Banjarbaru, menjadi salah satu penyebab kawasan tersebut menjadi langganan banjir. keberadaan tiang rumah memicu penyempitan sungai dan diperparah dengan banyaknya sampah.
Kemudian Pemko Banjarbaru di tahun 2024, memprogramkan normalisasi sungai, menjadi 8 meter dan membebaskan jalan kiri dan kanan masing masing 6 meter. untuk merealisasikan hal tersebut, Pemko Banjarbaru harus merelokasi sekitar 70 bangunan rumah, di lahan milik pemko banjarbaru sekitar 800 meter dari lokasi.
Namun, dari beberapa kali sosialisasi yang dilakukan Pemko Banjarbaru, sekitar 49 warga bersedia untuk mendukung program tersebut, agar bencana banjir tidak terjadi lagi di kawasan itu, dan 21 warga lainnya hingga 9 Juli 2024 masih menolak program itu, atas alasan tertentu.
Menurut Kadis Perkim kota Banjarbaru Abdussamad, Pemko Banjarbaru memutuskan menunda program normalisasi sungai kuranji, karena masih ada 21 warga yang menolak, bahkan anggaran dan sudah dikembalikan ke kas daerah.
Sementara itu, dari konfirmasi dengan dua warga kertak baru, Pemko Banjarbaru dinilai tidak siap, sebab pihaknya menolak karena bangunan rumah ganti rugi belum disediakan Pemko Banjarbaru, kendati disewakan rumah, warga menolak karena repot bakal dua kali pindah rumah.
Sejatinya warga mendukung proyek normalisasi dengan catatan rumah ganti rugi disediakan lebih dulu.
Reporter : Tarida Sitompul





