Kumpulkan Pelaku Industri, Kalsel Bentuk Ekosistem Ekonomi Kreatif

Banjarmasin, DUTA TV  Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan mengumpulkan puluhan pelaku industri kreatif dari 13 kabupaten/kota se Kalimantan Selatan, dalam workshop Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif 2023, yang dilaksanakan selama dua hari.

Workshop ini sebagai upaya membentuk ekosistem ekonomi kreatif di setiap daerah,yang memiliki potensi baik di sektor kuliner, kriya, fashion dan desain.

Ekosistem itu dibentuk untuk memberikan nilai tambah pada produk ekonomi kreatif agar berdaya saing tinggi, mudah diakses, dan terlindungi secara hukum.

“Di sebagian besar provinsi di Indonesia  ada 4 yang potensial, yaitu kuliner kriya, fashion dan desain. Tahun lalu kita ada pemetaan sektor unggulan kita. Setelah ditetapkan ada 4 itu yang  tersebar di kabupaten/kota pelaku ekraf. Kami belum mendata pasti, tapi setiap kabupaten ada dengan  jenis berbeda. Contoh Barabai kuliner kalau Banjarbaru, Banjarmasin kriya dan desain. Kami masih dalam proses pendataan. Harapannya ini tahap awal untuk pencerahan bagi pelaku ekraf. Mereka bekerjasama mengembangkan usahanya tidak kerja sendiri, bisa terus koordinasi ke Dispar sebagai pengampu dan perbankan atau pihak swasta,”kata Sekretaris Dinas Pariwisata Kalsel Adethia Hailina.

Sementara, Perwakilan Deputi Bidang Ekonomi, Digital Dan Produk Kreatif, Direktorat Kuliner Kriya Desain Dan Fashion Kemenparekraf RI, Yanuar Arif menyebut Kalsel merupakan provinsi kedua dari 17 provinsi di Indonesia yang melaksanakan workshop. Harapannya ekosistem segera terbentuk, mengingat Kalsel merupakan gerbang ibukota negara yang memiliki potensi cukup besar dalam hal industri kreatif.

“Kalsel punya potensi luar biasa. Kita kenal sasirangan. Kerajinan di Martapura kulinernya seperti soto Banjar dan ikan-ikannya patin, haruan, dan lainnya. Pasti dengan  adanya kegiatan ini kita berharap pelaku dan produk ekraf lebih berkembang kedepan. Kan IKN di Kalimantan salah satu provinsi terdekat adalah Kalsel. Peluang ini harus bisa dimanfaatkan membangun ekonomi Kalsel sebagai gerbang Ikn Nusantara,”jelasnya.

Workshop ini diisi dengan diskusi panel yang menghadirkan beberapa narasumber diantaranya akademisi, pelaku usaha dan industri kreatif, serta dari media yang diwakili Direktur Bisnis Duta TV Diana Rosianti.

Berdasarkan catatan secara nasional di tahun 2021, kontribusi ekonomi kreatif di Indonesia, mencapai 1.200 triliun, dimana 70 persennya disumbang dari sektor fashion kriya dan kuliner.

 

Reporter : Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *