Kenaikan Harga Pangan Rawan Picu Konflik, Pelajar Digeber Wasbang

Kotabaru, DUTA TV — Melambungnya harga bahan pokok menjelang Ramadhan ini dikhawatirkan bakal memicu konflik. Pasalnya, banyak oknum yang diduga memanfaatkan momentum Ramadhan untuk menimbun kebutuhan utama masyarakat agar terjadi kelangkaan dan kenaikan harga.
Pelajar di kotabaru pun, digeber wawasan kebangsaan sejak dini menghindari perilaku-perilaku negatif yang dapat merugikan dan memicu konflik di masyarakat.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi sengaja menyasar siswa SMKN 2 Kotabaru untuk mensosialisasikan pancasila dan wasbang, menyusul setelah lulus kebanyakan dari siswa SMK langsung bekerja dan berwirausaha, termasuk berdagang. Ia tak ingin permasalahan ekonomi selalu terjadi dari tahun ke tahun, terutama di momentum hari besar keagamaan. Selain terkait permasalahan ekonomi, siswa dan siswi juga diberi pesan untuk bijak memanfaatkan kecanggihan tekhnologi.
“Apalagi dalam kondisi kita sekarang ini dalam kondisi bahan pangan yang naik menjelang Ramadhan, semua pada mahal. Tapi ada orang – orang yang memanfaatkan keinginannya untuk memaksakan sebuah kehendak tapi masuk di kisi – kisi persoalan ekonomi. Tapi kalau ini pelan – pelan kita informasikan ideologi Pancasila harus ditanamkan sejak dini kepada masyarakat,”urainya.
“Ulun mengingatkan untuk bijak dalam bermedsos menghindari hoax dan hasutan – hasutan lainnya,”kata Harry Widhiyatmoko, Kasubbid Kelembagaan Partai Politik Dan Fasilitasi Pemilu Bakesbangpol Provinsi Kalsel.
“Harapan saya selaku pemimpin di sekolah anak – anak jadi warga negara yang baik agar mencintai bangsa negaranya, sehingga menghindari hal – hal dan perbuatan negative. Sepantasnya betul – betul menjaga dan mengerjakan hal – hal positif perilaku sikap agar jadi anak muda yang membanggakan bagi bangsa dan negara,”terang Kepala SMK Negeri 2 Kotabaru Edi Rohaedi
Karena berada di wilayah ujung Kalsel, siswa dan siswi SMKN 2 Kotabaru juga diajak untuk bersama-sama menjaga wilayahnya dari serangan paham radikalisme dan terorisme.
Tim liputan




