Berhasil Budidayakan Ikan Patin, Pendalaman Baru Ditarget Jadi Kampung Patin
Barito Kuala, DUTA TV — Ribuan ikan patin yang dipanen Kelompok Uluh Itah Kiya dan Hayak Mendeng ini, merupakan salah satu panen dengan jumlah terbesar di wilayah Barito Kuala. Melihat jumlah itu, Pemkab Batola pun berencana menjadikan desa ini menjadi kampung patin.
Rencana tersebut diungkapkan kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Batola di sela syukuran panen budidaya ikan patin Desa Pendalaman Baru, dimana nantinya desa ini bukan hanya sekedar membudidayakan ikan patinnya saja, melainkan berlanjut hingga ke pengolahan dan menjadi sentral pariwisata ikan di Bumi Ije Jela.
“Kalau Desa Pendalaman Baru ini kan masih dekat dengan Sungai Barito jadi untuk ikan ini cukup bagus. Itu bisa menarik minat wisata baik itu wisata berupa untuk anak-anak belajar sekolah maupun wisata umum, gimana kampung patin, gimana dengan kulinernya dan kedepan bisa diolah bisa jadi bakso, sosis, abon itu kedepan, seperti itu makanya itu kita akan studi banding ke Riau Kampar bagaimana budidaya pengolahan sampai hasil pasca panen,” kata Rahmanuddin, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Batola.
Sementara Rahmadian Noor, menyambut baik rencana itu untuk memotivasi warganya meningkatkan perekonomian di masyarakat. Hanya saja warga mengaku saat ini proses pembudidayaan masih terkendala dengan mahalnya harga pakan.
“Pakan memang menjadi salah satu kendala karena memang saat ini cukup mahal dirasakan, budidaya ikan kita tapi tadi sudah ditawarkan beberapa skema salah satunya adalah kerjasama dengan pengusaha pakan ikan. Itu adalah semangat ya supaya nanti ada orang katakanlah Desa Pendalaman Baru ikan patin, orang ingat disini jadi semacam slogan penyemangat untuk daerah kita, tentu kita ingin seperti itu nantinya salah satu desa di Barambai ini terkenal dengan budidaya ikan patinnya,” tutur Rahmadian Noor, wakil Bupati Barito Kuala.
“Budidaya ikan ini sudah empat bulan sudah panen yang pertama. Untuk kendala kami masih kekurangan pompa air terus pakannya, kalau pakan ini mahal, makanya kami kesulitan ini masalah pakan, kami mengharapkan syukuran ini mengundang pemerintah daerah supaya bisa mendengar keluhan kami agar kami bisa dibantu persoalan pakan ini agar bisa lancar semuanya,” ucap Gusti Nurdin, Ketua Panitia Pelaksana.
Syukuran sendiri diisi dengan tanya jawab seputar keinginan dan harapan warga dalam hal pembudidayaan ikan patin di desa mereka. Warga mengaku siap jika nantinya desa ini dijadikan wisata kampung patin, dengan memberdayakan karang taruna yang ada.
Reporter : Evi Dwi Herliyanti





