Warga Desa Balida Keluhkan Dugaan Pencemaran Limbah Rumah Sakit

DUTA TV PARINGIN – Sejumlah warga  Desa Balida Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan mengeluhkan kondisi lahan kebun mereka yang tergenang air.
Selama 4 tahun terakhir sejumlah areal lahan kebun warga tergenang air  yang berbusa dan beraroma tidak sedap.
Warga menduga genangan itu berasal dari limbah rumah sakit umum Balangan. Diakui Sahridin, Kepala Desa Balida, sejak tahun 2016 lalu genangan air beraroma tidak sedap sudah dirasakan.
Menurutnya, pada tahun 2017 dan 2018 telah ada kesepatan dari pihak rumah sakit melalui pemerintah kabupaten Balangan untuk menanggulangi persoalan ini.
“Genangan itu diduga dari rumah sakit meluber ke lahan kebun warga. Kondisinya sejak tahun 2016 lalu. Sudah pernah ada kesepakatan namun tidak ada realisasi. Bentuk limbah itu kadang berbau dan berbusa,”tutur Sahridin.
Limbah tersebut berdampak pada matinya tanaman karet milik warga.
“Warga Cuma nuntut adanya saluran pembuangan limbah agar tidak menggenangi kebun warga. Akibatnya hasil kebun tidak maksimal, ada sejumlah pohon karet yang mati,”lanjut Sahridin.
Kendati demikian, pihak rumah sakit umum daerah Balangan membantah. Bahwa air tersebut merupakan bekas air selokan dari hujan yang meluber. Namun pihaknya rumah sakit tak menampik bahwa sudah pernah ada kesepatan untuk menanggulangi situasi itu.
“Limbah itu bukan medis. Hanya penyaluran dari selokan tampungan air hujan. Kami akui sudah pernah ada kesepakatan untuk menanggulangi hal tersebut. Kami hanya pihak pengusul, yang merealisasikan dari Dinas Perkim Tabalong,”kata Juhriadi, Kepala Bagian TU, RSUD Balangan.
Selain membangun selokan sementara, pihak rumah sakit melalui Dinas Perumahan Dan Permukiman juga berjanji akan melakukan pembebasan lahan yang terdampak cemaran limbah dari luberan selokan itu.
Lantaran tidak ada tindak lanjut, warga kembali menuntut dan mengeluhkan kondisi lahan kebunnya yang masih tergenang air yang diduga cemaran dari limbah rumah sakit ini.
Â
Reporter : Zaki Mubarak





