Cantik Yang Seragam, Dengan Filler, Benang dan ‘Skin Care’


DUTA TV Banjarmasin – Kecantikan merupakan dambaan setiap wanita, bahkan dijadikan modal yang harus dimiliki oleh seorang publik figure.
Berbagai macam cara dilakukan untuk mendapatkan kecantikan ideal. Wanita yang mengedepankan kecantikan sebagai alat untuk membangun rasa percaya diri, akan sangat peduli dengan trend. Tanpa disadari merekalah yang akan menjadi sasaran empuk bisnis industri kecantikan. Dengan mengatas namakan trend, maka standar kecantikan digiring sesuai sasaran dari industri kosmetik dan kecantikan.

Saat ini trend kecantikan digiring dengan cara filler dan tanam benang, selain berbagai paket krim kecantikan baik yang legal maupun ilegal. Cantik dengan cara instant, itulah yang ditawarkan industri dan diterima dengan tangan terbuka oleh konsumen. Cantik yang seragam, dengan standar yang disamakan.

Filller dan tanam benang merupakan dua proses yang berbeda. Namun, keduanya sama-sama bertujuan untuk memperbaiki tampilan bagian wajah yang dirasa kurang pas.

Apa yang dimaksud Filler ?

Filler adalah tindakan medis yang dilakukan untuk memperbaiki tampilan bagian wajah dengan menyuntikkan gel khusus ke bagian tertentu. Gel yang digunakan adalah gel yang disebut dengan asam hyaluronat (AH). Filler gel AH merupakan bahan injeksi yang paling aman karena bersifat sementara. Selain itu, gel AH berasal dari bakteri yang sudah dimurnikan yang terdapat dalam lapisan kulit manusia. Oleh karenanya, bila terjadi efek samping bisa segera dihancurkan dengan injeksi Hyaluronidase.

Prosedur ini dilakukan dengan cara menyuntikkan gel AH pada bagian yang ingin diperbaiki tampilannya. Umumnya, orang yang boleh melakukan prosedur ini adalah mereka yang sudah berusia di atas 17 tahun. Filler bukanlah prosedur permanen yang akan bertahan seumur hidup. Daya tahannya hanya sekitar 6-12 bulan, tergantung metabolisme dan gaya hidup yang dilakukan.

Apa yang dimaksud dengan tanam benang?

Tanam benang (thread lift) adalah prosedur medis yang dilakukan untuk memperbaiki bentuk wajah dengan menggunakan benang. Umumnya benang yang digunakan berbahan dasar Polydixanone (PDO). Benang ini merupakan jenis benang yang sama yang digunakan dalam operasi pembuluh darah jantung. Jadi, penggunaan jenis benang ini sangat aman.

Benang PDO juga dapat hancur dengan sendirinya dalam jangka waktu tertentu. Prosedur tanam benang dengan bahan PDO bersifat sementara, yakni hanya sekitar 1-1,5 tahun.

Bolehkah melakukan filler dan tanam benang ?

Pada dasarnya kedua prosedur ini boleh diterapkan, asalkan dilakukan oleh dokter yang tepat dan berpengalaman.

Filler hidung sendiri merupakan salah satu tindakan off label, artinya tindakan yang berada di luar indikasi yang seharusnya. Filler sendiri awalnya hanya diperuntukkan untuk pipi dan dagu. Namun, sejak tahun 1997 praktik filler untuk mengoreksi hidung semakin mendunia. Maka filler hidung aman-aman saja untuk dilakukan asalkan memilih dokter yang berkualitas dan tersertifikasi resmi.

Di Indonesia sendiri, praktik injeksi hidung dengan gel AH serta tanam benang di hidung tidak dilarang. Ya, kedua prosedur ini termasuk aman. Bahkan, di negara-negara seperti Eropa dan Amerika Serikat di mana praktik kedua prosedur ini sudah menjamur tidak pernah mendapat kecaman atau larangan karena memang keamanannya terjaga, selama dilakukan oleh ahlinya.

Kecantikan yang seragam

Dampak dari koreksi bentuk wajah dengan filler dan benang, ditambah dengan berbagai treatment lainnya, kecantikan standar menjadi seragam. Ketika pilihannya standar ala korea, maka semua bagian bentuk wajah diubah sedemikian rupa sehingga menyerupai artis korea. Demikian juga dengan trend kecantikan ala hollywood dan lainnya.

Kulit wajah diputihkan, gigi dikawat dan di veeneer, ditambah dengan make up dan polesan yang sama, maka wajah-wajah cantik yang bertebaran menjadi ‘seragam’.

Satu hal lagi yang harus diwaspadai, semakin maraknya salon kecantikan dan klinik estetik, memunculkan juga yang klinik abal-abal. Yang menangani pasien pun bukan dokter ahli di bidangnya, sehingga resikonya menjadi sangat besar. Bahkan ditemukan kasus, filler yang disuntikan adalah silikon cair yang berbahaya. Krim kosmetik pemutih pun mengandung merkuri untuk memutihkan dengan instant. Akibatnya sangat berbahaya, kecantikan instant yang didambakan berujung hancurnya kulit dan bentuk wajah. Bahkan penggunaan bahan-bahan karsinogenik bisa menyebabkan terkena kanker.

Jadi, bijaklah dalam memilih perawatan kecantikan anda. Lebih alami dengan menonjolkan kecantikan khas Indonesia. Perawatan tetap boleh dilakukan, tetapi bijak menentukan yang aman untuk wajah kita, adalah yang utama.

(Referensi dari berbagai sumber – DR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *