12 Atlet Pelajar di KKO SMAN 2 Banjarmasin Tidak Naik Kelas

Banjarmasin, Duta TV — Polemik mengenai 12 siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMAN 2 Banjarmasin yang tidak naik kelas menjadi perhatian publik.
Para siswa tersebut merupakan atlet yang berasal dari sejumlah cabang olahraga, di antaranya angkat besi, sambo, dayung, hingga futsal.
Menanggapi polemik tersebut, Kepala SMAN 2 Banjarmasin, Muhdi Harto, menegaskan sekolah tidak pernah mengeluarkan para siswa yang dinyatakan tidak naik kelas.
Seluruhnya masih tetap berstatus sebagai peserta didik di sekolah tersebut dan berhak melanjutkan pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku. Menurut Muhdi, meskipun berasal dari Kelas Khusus Olahraga, seluruh siswa tetap mengikuti proses pembelajaran dengan standar akademik yang sama seperti siswa lainnya.
Penilaian dilakukan berdasarkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor tanpa adanya perlakuan khusus. Ia menjelaskan mekanisme penilaian tersebut telah diterapkan selama bertahun-tahun dan tidak mengalami perubahan. Bahkan, sejak program Kelas Khusus Olahraga berjalan, sekolah belum memiliki dasar hukum yang secara khusus mengatur adanya perbedaan standar penilaian bagi siswa atlet.
Muhdi juga membantah anggapan bahwa sekolah mempersulit siswa KKO. Sebaliknya, pihak sekolah mengaku telah memberikan berbagai kemudahan agar para atlet tetap dapat mengikuti proses belajar di tengah padatnya jadwal latihan maupun pertandingan.
“SMAN 2 Banjarmasin tidak pernah mengeluarkan siswa. Yang bersangkutan masih terdaftar sebagai siswa. Mereka memang siswa jalur Kelas Khusus Olahraga, tetapi dalam pembelajaran tidak ada perbedaan. Penilaiannya sama, baik aspek afektif, psikomotor, maupun kognitif, termasuk sikap. Selama 13 tahun juknis ini tidak pernah berubah. SK KKO baru ada pada 2019, sehingga selama enam tahun kami belum memiliki dasar hukum yang mengatur hal tersebut. Sekolah tidak pernah mempersulit, justru mempermudah siswa, baik yang memiliki bakat di olahraga, seni, maupun budaya. Guru-guru di sini juga sudah memberikan berbagai keringanan kepada siswa yang bersangkutan. Dari total 75 siswa KKO, yang dinyatakan tidak naik kelas ada 12 orang,” bantahnya.
Dari total 75 siswa Kelas Khusus Olahraga yang terdaftar di SMAN 2 Banjarmasin, sebanyak 12 siswa dinyatakan tidak naik kelas setelah melalui proses evaluasi hasil belajar.
Pihak sekolah menegaskan keputusan tidak naik kelas diambil berdasarkan hasil evaluasi akademik sesuai ketentuan yang berlaku. Sekolah juga memastikan kedua belas siswa tersebut tetap berstatus sebagai peserta didik dan dapat melanjutkan pendidikan sesuai mekanisme yang ditetapkan.
Reporter: Nina Megasari





