Waspada! 9 Titik Karhutla Terpantau di Awal Kemarau

Banjarbaru, Duta TV — Di Kalimantan Selatan (Kalsel) diprediksi akan terjadi kemarau kering dalam jangka waktu lebih panjang pada tahun 2026 ini. Bahkan pada awal musim kemarau pada akhir bulan April, mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah di Kalsel, dan terpantau sebanyak sembilan titik karhutla.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, menegaskan kesiapsiagaan seluruh jajaran dalam mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan menjelang musim kemarau pada tahun ini.
Ronny mengatakan, berdasarkan pemetaan sejumlah daerah di Kalsel sudah memasuki musim kemarau yang berpotensi terjadinya karhutla.
Karena berdasarkan prediksi BMKG, jika musim kemarau tahun ini akan terjadi sejak bulan April hingga September di beberapa wilayah, dengan kadar kemarau lebih lebih kering dari tahun sebelumnya.
“Memang berdasarkan prediksi BMKG jika kemarau tahun ini lebih kering yang akan terjadi sejak bulan April sampai dengan bulan September 2026, dari pantauan terjadi peningkatan suhu yang cukup signifikan di Kalsel yang bisa memicu karhutla,” terang Ronny.
Sementara itu, wilayah yang cukup rawan terjadinya karhutla di Kalimantan Selatan di antaranya di Kabupaten Tabalong, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Batola, dan wilayah Kabupaten Tanah Laut.
“Beberapa daerah kabupaten rawan karhutla di Tabalong, HSU, HSS, dan Tanah Laut, dan terpantau sebanyak sembilan kali karhutla, kami sudah mengimbau kepada BPBD kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan untuk mempersiapkan dan mengantisipasi apabila terjadi kebakaran di wilayah masing-masing,” pungkas Ronny..
Namun demikian, wilayah lain juga tidak menutup kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan akibat kemarau panjang yang akan diprediksi secara berkala hingga bulan September mendatang.
Reporter: Suhardadi





