Warga Tamban Keluhkan Mahalnya Harga Pupuk

Barito Kuala, DUTA TV — Warga Desa Sidorejo dan Desa Tamban Sari Baru di Kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala, mengeluhkan harga eceran tertinggi atau HET pupuk. Warga yang sebagian besar bertani menilai HET pupuk di Barito Kuala cukup tinggi.
Mendapati keluhan itu saat resesnya, Haji Jahrian, Sekretaris Komisi II DPRD Kalimantan Selatan, berjanji menindaklanjuti.
Di sisi lain, ia meminta agar pengelolaan pengadaan pupuk dilakukan oleh BUMDes setempat. Menurutnya, jika hal itu dilakukan, masyarakat Barito Kuala dapat memperoleh pupuk dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus meningkatkan perekonomian desa. Apalagi, ia menyebut harga pupuk di Kalimantan Selatan memang bervariasi dan sangat bergantung pada sistem distribusi yang berjalan di masing-masing wilayah.
“Juga menyangkut pada sedikit sebagian yang mengeluhkan tentang harga HET pupuk. Harga HET pupuk sebenarnya di Kalsel bervariasi tergantung dari distribusi yang dijalankan, karena itu HET tidak bisa ditentukan dengan nilai sebenarnya. Oleh karena itu, saya menyarankan BUMDes sebagai milik desa itu boleh saja mengelola, menambah usahanya di bidang pengadaan pupuk. Roll aja,” ujarnya.
Dalam reses ini, Haji Jahrian juga menerima aspirasi terkait kondisi jalan utama yang menjadi akses vital warga, serta usulan untuk perbaikan jalan pertanian. Dalam kesempatan ini, Haji Jahrian juga memberikan bantuan secara pribadi berupa uang tunai untuk kelompok Yasinan Nurul Amin di Desa Sidorejo dan kelompok Habsy di Desa Tamban Sari Baru.
Bantuan ini sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat. Sementara itu, reses ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara masyarakat dan wakil rakyat dalam menyampaikan aspirasi serta mendorong pembangunan yang lebih merata di wilayah Kecamatan Tamban.
Reporter: Tim Liputan





