Religi Sosial

Warga Ramai Mandi Safar di Pantai Gedambaan

DUTA TV KOTABARU  – Puluhan orang mengikuti tradisi mandi Safar yang digelar di objek wisata pantai Gedambaan, di desa Gedambaan, kecamatan Pulau Laut Utara, kabupaten Kotabaru, Rabu pagi (23/10/2019).

Mereka memperebutkan air yang sudah dibacakan doa-doa untuk dipakai mandi di rumah.

Tak sedikit juga yang memilih langsung mandi di lokasi, bahkan ada yang bercebur ke laut.

Mandi safar ini merupakan salah satu rangkaian acara tolak bala Arba Musta’mir.

Dalam kepercayaan masyarakat Banjar, Arba Musta’mir atau hari Rabu terakhir (23/10/2019) di bulan Safar adalah hari dimana banyak bala turun ke bumi.

Mandi Safar sendiri dimaknai sebagai pembersihan diri dari dosa, sebagai salah satu sebab yang mengundang turunnya bala.

Sebelumnya hajatan tolak bala ini diawali dengan melantunkan syair maulid, bersalawat, berzikir, dan pembacaan surat yasin.

Kegiatan dipimpin Habib Qadri Al-Idrus  pengasuh majelis Al-Muhibbin Kotabaru.

Dengan mendekatkan diri kepada sang pencipta dan memperbanyak ibadah diharapkan mampu mencegah turunnya bala seperti ujian-ujian kehidupan.

“kita baca maulid salawat kepada nabi Muhammad, kita beristigfar, baca yasin kemudian kita mandi, hakikatnya membersihkan diri dari dosa, kalau sudah bebas dari dosa inshaallah bebas dari bala yang turun”, ujar Habib Qadri Al-Idrus.

Tradisi tolak bala Arba Musta’mir di kawasan pantai Gedambaan ini dilakukan sejak tahun lalu, sebelumnya lokasi kegiatan berpindah-pindah, namun biasanya di tepi-tepi sungai, karena bertepatan musim kemarau dan banyak sungai mengering sehingga kegiatan dialihkan ke laut.

 

Reporter : Nazat Fitriah


Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *