Warga Pelosok Gembira Angkutan Desa Boleh Bawa Penumpang Dalam Kota

DUTA TV KOTABARU – Sejumlah mobil angkutan pedesaan Selasa (10/03) siang tampak berbaris menunggu waktu keberangkatan di terminal samping masjid Agung Kotabaru.

Beberapa orang terlihat sibuk menaikan barang ke bak mobil.

Masyarakat dari daerah pelosok yang menjadi pengguna moda transportasi ini rata-rata ke ibu kota kabupaten untuk berbelanja barang dagangan selain berbagai keperluan lainnya.

Lihat juga :Kadishub Kotabaru Bergeming Bolehkan Angdes Bawa Penumpang Dalam Kota

Sebelumnya, mereka harus turun di terminal stagen dan melanjutkan perjalanan ke dalam kota dengan angkutan kota dan begitupun sebaliknya.

Kondisi ini membuat mereka jadi membayar ongkos 2 kali, tarif angkot sendiri dipatok Rp10.000,- dari seharusnya Rp5.000,-

Diizinkannya Angdes (angkutan desa) membawa penumpang di dalam kota pun disambut gembira masyarakat, karena akan mengurangi beban biaya.

Selain itu, selama ini mereka kerap menunggu lama di terminal stagen karena angkot baru akan bergerak jika penumpangnya banyak.

Jika mau cepat, mereka harus naik ojek dengan biaya lebih mahal lagi.

“Kalau masyarakat di desa paling efektif, kami sebagai penumpang dari tanjung aja sudah Rp60.000,- tambah taksi kota Rp10.000,- jadi Rp70.000,-,” ungkap salah satu penumpang, Udin.

Kebijakan Dinas perhubungan kabupaten Kotabaru yang kembali membolehkan Angdes membawa penumpang di dalam kota berjalan sekitar 2 pekan ini.

Kebijakan ini menuai protes sopir angkot merasa dirugikan karena penumpangnya berkurang sehingga berimbas pada penghasilan mereka.

Meski demikian Dishub Kotabaru tetap tidak mengubah keputusannya.

Reporter : Nazat Fitria

Helman

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *