Warga Belayung Baru -Tembikar Kanan Keluhkan Jalan Rusak

Kabupaten Banjar, DUTA TV — Beginilah kondisi jalan Desa Belayung Baru, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar. Genangan air masih terlihat menutup badan jalan. Sementara di bawahnya terdapat lubang-lubang besar dan bebatuan yang membahayakan pengendara.
Seorang pengendara sepeda motor tampak kesulitan melintas hingga akhirnya kendaraannya mogok di tengah genangan.
Warga menyebut, meski tinggi air saat ini hanya sebatas mata kaki, kondisi tersebut tetap berisiko karena struktur jalan yang tidak rata, berlubang, dan dipenuhi batu tajam.
Kondisi semakin berbahaya saat malam hari. Minimnya penerangan jalan membuat lubang dan bebatuan sulit terlihat. Anak-anak yang melintas kerap terjatuh, terutama saat musim hujan ketika genangan menutupi permukaan jalan sehingga lubang tak terlihat.
“Tinggi airnya masih semata kaki, ini berbahaya karena jalannya berbatu dan berlubang. Kalau malam gelap karena tidak ada lampu. Harapannya kepada pemerintah supaya diperbaiki. Banyak anak-anak jatuh di sini,” keluh salah satu warga, Nurul Hikmah.
Selama delapan tahun terakhir, warga mengaku kondisi tersebut terus berulang tanpa penanganan permanen. Perbaikan yang dilakukan dinilai hanya bersifat sementara. Saat musim hujan datang dan banjir kembali merendam, jalan yang telah ditambal kembali rusak.
“Saya sudah delapan tahun di sini, rata-rata setiap tahun banjir. Diperbaiki yang berlubang saja, kena banjir rusak lagi,” ungkap Abdurrahim, warga.
Menanggapi kondisi itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Banjar, Jimmy, memastikan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan masyarakat.
“Dari informasi tersebut kita akan lakukan survei. Kalau bisa kita tangani, kita tangani. Kalau cuacanya seperti ini, kita tunggu cuaca terang dulu. Kalau cuaca sudah membaik, kita bisa hampar agregat, baru bisa kita selesaikan. Mudah-mudahan bisa kita tangani tahun ini,” ujarnya.
Jimmy menjelaskan, faktor cuaca menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan perbaikan. Curah hujan yang masih tinggi dikhawatirkan menghambat proses penghamparan agregat dan pengerjaan teknis lainnya.
Jika hasil survei menunjukkan kondisi memungkinkan untuk ditangani dalam waktu dekat, maka perbaikan darurat akan segera dilakukan sebagai langkah awal. Sementara untuk penanganan lebih permanen, pihaknya akan menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran tahun ini.
Reporter: Nina Megasari, Suhardadi





