Titik Panas Naik, KLHK : Masih Terkendali

Jakarta, DUTA TV — Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengungkap ada peningkatan titik panas yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di beberapa provinsi, terbanyak di Riau. Namun, KLHK mengklaim situasi masih terkendali.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Basar Manullang, menjelaskan bahwa penambahan itu terjadi dalam kurun waktu 18-24 Februari dengan angka tertinggi di Riau yang mencapai 29 titik panas.

Lihat Juga :  BPBD Kalteng Siaga Karhutla  24 jam

Basar mengatakan bahwa jumlah tersebut masih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah setempat, katanya, juga sudah menetapkan status siaga untuk mengantisipasi titik panas meluas.

“Secara umum dibanding provinsi lain, jumlah hotspot di Provinsi Riau memang paling tinggi. Namun jika dibandingkan dengan periode tahun-tahun sebelumnya, jumlah tersebut relatif masih rendah, mengingat Riau memang sedang masuk fase 1 rawan karhutla,” katanya, Rabu (24/2).

Lihat Juga :  BPBD Banjar Gelar Apel Siaga Karhutla di Musim Hujan

Berdasarkan data di situs resmi KLHK SiPongi, kenaikan titik panas terdeteksi di 6 provinsi, di antaranya Riau dengan 29 titik, 15 titik di Kalimantan Barat, 8 titik di Sumatera Utara, 2 titik di Kalimantan Utara, 1 titik di Kepulauan Riau, dan 1 titik di Sulawesi Tengah.

Sebanyak 5 titik panas juga sempat didapati di Aceh pada kurun waktu 11-17 Februari, tapi kini turun menjadi 2 titik panas. Selain itu, titik panas di Bengkulu dan Sumatera Barat sudah turun dari masing-masing 1 dan 2 menjadi nol.

Lihat Juga :  Kemarau Diprediksi Datang Agustus – Oktober

Basar menjelaskan kondisi ini terjadi karena faktor iklim dan cuaca. Beberapa wilayah, khususnya di Sumatera, mengalami curah hujan rendah sepanjang bulan ini.

Sementara curah hujan di Kalimantan normal, tapi kondisi ini menurutnya dimanfaatkan oleh oknum pembuka lahan.(cnni)

Follow Me:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *