Tingkatkan Kualitas Lulusan, Teknik Sipil ULM Revisi Kurikulum

Banjarmasin, DUTA TV Program Studi Magister Teknik Sipil (PSMTS) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin melakukan evaluasi dan revisi kurikulum melalui lokakarya. Evaluasi dan revisi kurikulum melibatkan stakeholder, termasuk di pemerintahan hingga swasta. Tujuannya, agar para lulusan mampu berkontribusi besar dalam berbagai proyek pembangunan infrastuktur di Kalimantan Selatan.

Saat ini, lulusan PSMTS sudah mencapai 666 orang, yang hampir seluruhnya telah aktif, baik itu sebagai SDM di pemerintahan maupun kontraktor hingga konsultan.

Koordinator PSMTS ULM, Dr. Eng. Irfan Prasetia mengatakan, revisi kurikulum ini dilaksanakan setiap lima tahun sekali, untuk memberikan jaminan kepada mahasiswa dan stakeholder, agar setelah lulus nantinya mereka memiliki kompetensi dan ilmu yang dibutuhkan di dunia kerja.

“Jadi kurikulum selalu kami sesuaikan mengikuti perkembangan zaman. Biasanya paling maksimal sesuai aturan setiap lima tahun.  Kadang kami juga  bisa revisi atau evaluasi kurikulum tahun berjalan. Misalnya terakhir kemarin ada revisi minor tahun 2020, tahun ini 2023 termasuk evaluasi atau revisi besar yang  kami lakukan,”terangnya.

“Ini merupakan bagian daripada roadmap untuk kita akreditasi pascasarjana mahasiswa Prodi Magister Teknik Sipil. Di sini kita harus ada penyelerasan dari kurikulum yang ada kesinambungan keperluan untuk  masa depan. Tentunya adalah keperluan-keperluan dari dunia usaha dan dunia Pendidikan,”kata Dekan Fakultas Teknik ULM,  Prof. Dr. Iphan Fitrian Radham.

“Terkait dengan  kompetensi lulusan S2 Teknik Sipil ULM ini bisa berkembang, bukan hanya di Binamarga tapi juga semua BUMN. Seperti saya, jujur aja lulusan ULM. Tapi saya bisa menduduki Ketua Dewan Pakar Nasional ini bisa menjadi motivasi bagi junior ULM, bisa berkembang lagi,”ujar Ketua Dewan Pakar Nasional Intakindo Ir. Hasan Husaini.

“Mewakili dari pemerintah, intinya bagaimana lulusan Magister Teknik Sipil S2 bisa bergerak di bidang pemerintah dan bisa memberikan sumbangsih yang  banyak di pemerintahan. Skil-skil yang  perlu dikembangkan terutama skill di bidang software, ketekniksipilan yang  bisa diaplikasikan di bidang pemerintahan,”ucap Kabid Prasarana Umum Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kalimantan Selatan, M. Yasin Toyib.

Selain menghadirkan narasumber dari Disperkim Kalimantan Selatan dan Dewan Pakar Nasional Intakindo, lokakarya turut menghadirkan narasumber dari pihak kontraktor, serta dari Badan Musyawarah Pendidikan Tinggi Teknik Sipil Seluruh Indonesia (BMPTTSSI) dari Fakultas Teknik Universitas Riau secara daring.

 

Reporter : Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *