Terisolir akibat Titian Runtuh, Abdullah Pilih Mengungsi

Banjarmasin, DUTA TV — Abdullah, salah satu warga Kampung Hijau yang rumahnya terdampak akibat runtuhnya titian Kampung Hijau, terpaksa mengungsi ke rumah keluarganya yang tak jauh dari lokasi kejadian. Saat ambruknya titian, ia juga belum berada di rumah karena sedang bekerja.
Diceritakan, saat ambruknya titian itu, anak pertamanya juga sempat tercebur ke sungai. Sebelumnya, tak ada tanda-tanda akan robohnya titian tersebut. Namun, jarak titian dan rumah memang semakin menjauh dari bulan ke bulan.
Hingga Rabu malam, beberapa barang berharga yang masih berada di rumah nantinya akan dievakuasi oleh Abdullah, karena ia dalam waktu dekat akan mencari rumah kontrakan atau pindah sementara selama perbaikan jalan titian tersebut.
Warga terdampak, Abdullah, menceritakan detik-detik saat peristiwa terjadi dan kondisi anaknya yang sempat jatuh.
“Kerja. Anak yang jatuh, sempat lompat beruntung bisa berenang. Tidak melihat sekitar. Jam 5 sudah pulang. Terkurung di tengah situ,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan langkah yang diambil pascakejadian.
“Mengungsi saja, rumah keluarga. Mencari kontrakan sementara,” tambah Abdullah.
PUPR: Titian Ambruk akibat Pondasi yang Miring
Sementara itu, Dinas PUPR Banjarmasin yang mengetahui kejadian itu langsung melakukan peninjauan ke lokasi ambruknya titian Kampung Hijau tersebut. Diduga, robohnya titian itu akibat pondasi yang sudah miring.
Rencananya, perbaikan akan segera dilaksanakan pada tahun 2025 ini, karena sebelumnya pihak dinas juga sudah menganggarkan perbaikan pada titik awal yang amblas, sekitar satu koma dua miliar rupiah.
Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Banjarmasin, Damaiyanti, menjelaskan rencana penanganan infrastruktur di lokasi terdampak.
“Penanganan di sini tahun ini cuma 68 meter karena lebih karena runtuh. Kemungkinan kita selesaikan sampai sana di APBD murni. Nanti didata ulang kembali seberapa besar kami pernaiki, kami hitung ulang,” ujarnya.
Ia juga menepis dugaan bahwa kerusakan disebabkan oleh aktivitas proyek di atasnya.
“Kalau imbas pekerjaan? Enggak ya. Kan sudah sangat miring. Ada pengerjaan tapi bagian atas aja. Kemungkinan bisa gantung, jadi kita dilatasi. Dan ada aktivitas warga dan gerakan air di bawah lebih deras. Itu mempengaruhi tiang. Kami memang potong tidak sampai bagian bawah,” tambahnya.
Untuk sementara, pihak SKPD juga melakukan pembangunan jembatan sementara agar warga bisa melakukan aktivitas sementara di kawasan titian ambruk.
Reporter: Zein Pahlevi – Suhardadi





