Survei LSP2KP Elektabilitas Ibnu-Arifin Tertinggi

Banjarmasin, DUTA TV — Berdasarkan hasil survei oleh lembaga survei pusat studi politik dan kebijakan publik atau LSP2KP Banjarmasin, elektabilitas Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina-Arifin Noor menduduki peringkat pertama dengan perolehan sekitar 46,6%.

Penasihat LSP2KP Banjarmasin, Prof M Uhaib As’ad memastikan survei itu tidak terkait oleh Paslon manapun.

Ditambahkannya, hasil survei itu bisa dipertanggungjawabkan secara akademik sementara survei berdasarkan pendataan sesuai kebenaran dan obyektivitas peneilitian.

Selain sebagai petahana, dosen UNISKA ini juga menyatakan alasan mengapa Ibnu Sina-Arifin paling eksis dalam survey, yakni lantaran perpolitikan tentang figur pribadi sudah dilakukan jauh sebelum pemilu, kemudian memiliki jaringan yang cukup bisa mempengaruhi masyarakat.

Sementara itu, Manajer LSP2KP Banjarmasin, Didi Achmadi menyatakan survei diambil dari 500 sampel yang dilakukan selama dua pekan yang dilakukan oleh 15 orang mahasiswa.

“Terkait dengan angka perolehan ke Ibnu Sina terutama angka kepastian pilihan hampir rata –rata pemilih Ibnu Sina itu lebih dari 90% itu ketika ditanya apakah pilihan pasti sudah memastikan pilihannya,  tidak meragukan bukan berubah, menurut saya share Ibnu Sina serendah-rendahnya berdasarkan data survei kami itu diangka 40% Berdasarkan data survei kami menyampaikan Ibnu Sina ini mendekati Paslon yang masuk dalam kategori matahari tunggal, artinya paslon yang dapat diprediksi dia yang akan memenangkan,” kata Didi Achmadi Manajer LSP2KP Banjarmasin.

Didi Achmadi Manajer LSP2KP Banjarmasin

Didi Achmadi Manajer LSP2KP Banjarmasin

Sementara, dari hasil survei LSP2KP diurutan kedua dimiliki Paslon Ananda-Mushafa Zakir dengan perolehan 20,2% selanjutnya Paslon Khairul Saleh-Habib M Ali 4,2% terakhir Paslon Haris-Ilham 3,6% sementara sisanya 25,4% yang masih merahasiakan dan tidak memilih.

Reporter : Maisuri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *