Sudah Tahu Lidi Nipah Bernilai Ekspor ?

Bangka Belitung, DUTA TV — Berbagai cara dilakukan pelaku usaha dalam meningkatkan nilai ekonomi produknya, seperti yang dilakukan kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) desa Kace Kabupaten Bangka.

Dibawah bimbingan Dinas Koperasi Dan UMKM Provinsi Bangka Belitung, para pelaku usaha ini mencoba mengolah lidih nipah menjadi kerajinan bernilai ekspor.

Eva, salah satu pengrajin yang telah mendapat pelatihan dan bimbingan cara membuat kerajinan berbahan lidi tersebut mulai mengembangkan kreatifitasnya kepada ibu – ibu rumah tangga di sekitarnya.

Lihat Juga :  Porang & Sarang Walet Komoditas Super Prioritas Ekspor

Berbekal pelatihan dan kemauan, kini Eva beserta 9 orang anggota kelompoknya sudah memiliki berbagai macam kerajinan yang siap ekspor. Seperti keranjang baju, keranjang buah, bingkai kaca, vas bunga bahkan meja dan kursi dengan harga jual berkisar antara puluhan hingga ratusan ribu rupiah.

Menurut Eva, tidak sulit merangkai lidih nipah. Selain memiliki tekstur yang lentur, lidi nipah juga memiliki kandungan lilin sehingga mudah dibentuk serta mampu menghasilkan warna asli yang cerah.

Lihat Juga :  Komunitas dan Pelaku Usaha Belajar Bisnis Bersama Yayasan Hasnur Centre

“Kami mencoba mengolah lidi nipah membuatnya menjadi kerajinan dibantu kerangka besi. Karena sekarang lidi nipah mulai diekspor ke negara luar. Sedangkan permintaan pak gub kita mengekspor lidi nipah dalam bentuk kerajinan,”kata Eva.

Kepala Dinas Koperasi Dan UKM Bangka Belitung, Elfiyena sangat mendukung apa yang dilakukan Eva bersama anggota lainnya.

“Mencoba meningkatkan nilai, value dari lidih nipah tersebut. Makanya kita mencoba memberikan edukasi edukasi kepada umkm umkm bagaimana membuat kerajinan kekinian, orientasi kita tetap eksport sehingga nilai jual dari pada kerajinan lebih tinggi dari lidi yang mentah,”ujarnya.

Lihat Juga :  Menteri Investasi Larang Ekspor Tiru Jaman VOC  

Saat ini permintaan ekspor kerajinan lidih nipah sudah datang dari negara Amerika dan Jeepang. Dinas Koperasi Dan UMKM Provinsi Bangka Belitung terus membina para pengrajin agar tetap dapat memenuhi permintaan ekspor tersebut.(ant)

Follow Me:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *