Setelah Kasus Es Gabus, Bhabinkamtibmas Dibina

Jakarta, DUTA TV – Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Renold Hutagalung mengatakan akan membina kembali anggota Bhabinkamtibmas yang bersinggungan langsung dengan masyarakat agar lebih cermat dalam melaksanakan tugas.
“Tentunya, setiap temuan di kewilayahan agar dapat berkoordinasi dengan fungsi yang berkompeten terlebih dahulu, sehingga dapat memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat yang tepat dan benar,” kata Renold di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, peran Bhabinkamtibmas di suatu wilayah memang diperlukan karena mereka secara langsung bersinggungan dengan masyarakat sekitar.
Untuk meminimalkan kejadian, seperti kasus es gabus atau es kue jadul, pihaknya selalu memberikan pembinaan terhadap anggota, terutama terkait dinamika dan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Pasti dan harus (ada pembinaan khusus) terkait perkembangan dinamika situasi kamtibmas dan pemeliharaannya,” ujar Renold.
Pada dasarnya kasus es gabus itu terjadi semata-mata karena dua aparat, yaitu Bhabinkamtibmas dan Babinsa ingin menjaga masyarakat.
Namun, mereka terlalu terburu-buru dan tidak berkoordinasi dengan pihak yang lebih kompeten sehingga timbul kesalahpahaman.
Polres Metro Jakarta Pusat juga mendalami pengakuan pedagang es gabus bernama Suderajat yang dianiaya karena menjual es yang diduga terbuat dari bahan berbahaya berupa spons.
“Kami akan mengklarifikasi apakah yang disampaikan (pedagang es gabus) di media sosial itu benar adanya atau tidak,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra di Jakarta, Selasa (27/1).
Dia menyebutkan saat berada di Polsek Kemayoran, pedagang es gabus yang bernama Suderajat itu tidak memberikan keterangan bahwa dirinya mendapatkan kekerasan fisik.
Setelah adanya pengakuan itu, pihaknya akan menelusuri dan mendalami apa yang dialami oleh pedagang tersebut ketika diamankan.
Sementara TNI Angkatan Darat (AD) memberikan hukuman disiplin kepada Babinsa Serda Heri Purnomo yang sempat mengamankan penjual es kue jadul atau es gabus lantaran dicurigai dagangannya mengandung bahan spons.
Serda Heri juga telah menyampaikan permintaan maaf atas tindakannya tersebut.(ant)





