Semangat Sembuh Sang Pejuang Kecil: Kisah Penyintas Jantung Bawaan di Tengah Dukungan BPJS dan YJI Cabang Provinsi Kalimantan Selatan

Banjarmasin, DUTA TV – Di balik wajah mungil Al Husna Mysha Azzahro – Mysha (2 Tahun), tersimpan perjuangan untuk sembuh. Dibantu dengan ‘sonde’, selang yang memasukkan susu langsung ke lambung melalui hidung. Mysha adalah satu dari ribuan anak di Indonesia yang lahir dengan Penyakit Jantung Bawaan (PJB).

Penyakit Jantung Bawaan masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Data menunjukkan bahwa 1 dari 100 bayi lahir dengan kelainan jantung. Tanpa penanganan medis yang cepat dan biaya yang tidak sedikit, masa depan anak-anak ini kerap terancam.

Bagi keluarga Mysha yang berasal dari ekonomi menengah ke bawah, biaya operasi jantung yang mencapai ratusan juta rupiah adalah angka yang mustahil digapai.

Di sinilah peran vital BPJS Kesehatan hadir. Melalui program JKN-KIS, seluruh prosedur operasi, rawat inap, hingga obat-obatan jangka panjang dapat dikover sepenuhnya.

Saat ini, Mysha akan berangkat ke Jakarta untuk melakukan kontrol awal dengan dokter di RS. Harapan Kita yang selanjutnya akan menunggu rekomendasi dan jadwal untuk bisa segera mendapat giliran untuk operasi.

Perjuangan penyintas PJB bukan sekadar biaya operasi di meja bedah. Yayasan Jantung Indonesia (YJI) hadir mengisi celah yang sering luput dari perhatian: dukungan psikososial dan bantuan logistik bagi keluarga yang tidak mampu.

YJI Cabang Provinsi Kalimantan Selatan, yang diketuai oleh Drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi, aktif memperhatikan dan membantu memfasilitasi pasien dengan indikasi PJB yang harus melakukan pengobatan di rumah sakit rujukan nasional, yaitu RS Jantung Harapan Kita.

“Kami berkomitmen bahwa tidak boleh ada anak Kalimantan Selatan, yang kehilangan harapan karena masalah biaya atau ketidaktahuan. Sinergi dengan pemerintah dan mitra pendukung, donatur, sangat penting untuk memastikan penanganan PJB tepat sasaran, dan keluarga mampu mendampingi upaya pengobatan ini”.

pesan Ellyana Trisya yang disampaikan oleh jajaran pengurus YJI Cabang Provinsi Kalsel saat menyerahkan santunan dana pendamping kepada orang tua Misyha. Hadir menyerahkan santunan adalah Ketua Harian, Kristin Mariani beserta perwakilan pengurus, bertempat di kantor sekretariat YJI Cabang Prov. Kalsel.

Kolaborasi adalah kunci. BPJS memberikan keamanan finansial, sementara YJI memberikan harapan dan pendampingan moral, bantuan administratif & tambahan biaya pendamping.

Nilai bantuan disesuaikan dengan kemampuan YJI Cabang Prov. Kalsel, tapi cukup membantu untuk keluarga yang mendampingi pasien berobat ke luar daerah. (DR)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *