Sekolah Digembok Pemilik Lahan, Proses Pembelajaran di TCA Terganggu

Barito Kuala, DUTA TV — Dua pintu masuk utama menuju ruang kelas SD dan SMP Tahfizh Quran Taman Cinta Al Quran atau TCA, yang digembok oleh pemilik lahan.
Sekolah dibawah Yayasan Taman Cinta Al-Quran ini, digembok oleh pemilik lahan pada Sabtu kemarin (15/7) karena bersengketa.
Akibat penggembokan ini, proses pembelajaran yang baru dimulai pada Senin pagi (17/07) sempat terhambat. Setelah negoisiasi, akhirnya pihak yayasan diberikan kunci untuk membuka gembok di pagar bagian belakang sehingga proses pembelajaran bisa dimulai.
Sengketa sendiri ditengarai menyusul keinginan pemilik lahan yang ingin mengambil alih bangunan gedung yang dipinjam oleh Yayasan TCA sejak 2019. Namun pihak yayasan mengaku telah membuat perjanjian sejak awal untuk mengelola bangunan selama 10 tahun hingga 2029.
Pihak Yayasan mendapat somasi sejak Oktober 2022 lalu, dan diminta sudah mengosongkan bangunan pada Juni kemarin. namun karena mengacu pada surat perjanjian penggunaan bangunan, pihak Yayasan masih berupaya untuk tetap bertahan, lantaran pihaknya juga belum memiliki tempat untuk pindah karena jumlah siswa dan siswi yang mencapai 600 orang.
Sengketa ini pun masih bergulir di Pengadilan, sementara proses hukum berlangsung, pihak Yayasan berharap tak mendapat tekanan dari pihak manapun, agar proses pembelajaran tidak terganggu. Walaupun sejak awal Juli tadi, bangunan sekolah mulai dipasang spanduk-spanduk agar Yayasan mengosongkan bangunan dan menghentikan proses belajar mengajar.
Hal itu juga membuat banyak orangtua takut untuk menyekolahkan sang anak.
“Jadi intinya ini ada masalah hukum soal lahan kami ada perjanjian pinjam pakai sampai 10 tahun kita berupaya pihak-pihak menghormati perjanjian 10 tahun kami minta waktu sampai 2029 kami keluar bahkan sebelum waktu itu kami keluar kalau siap kami minta agar anak-anak tetap belajar terlantar nanti anak-anak perjanjian dari 2019 inikan keputusan sepihak makanya kami menggugat minta waktu sesuai perjanjian. Ada gedung sudah digembok pintu depan yang putri digembok sedikit terganggu tapi masih bisa pasti tertekan psikologis sedih ada spanduk dimana-dimana itu menekan jiwa mental anak-anak apalagi masih kecil banyak organtua yg mau mendaftar tak jadu mendaftar karena kasus ini kami sangat dirugikan sekali kami tetap minta dukungan pemerintah itu kewajiban negara jangan ditelantarkan kalau kami,” kata Firdaus, Ketua Yayasan Taman Cinta Al Quran.
Pembelajaran tetap offline makanya kami minta aparat mengawal pinjam pakai lahan dan bangunan sendiri dimulai atas kesepakatan dua belah pihak, yang semula diawali dari operasional TK dengan jumlah awal 150 orang. Beberapa tahun berkembang, Yayasan membuka pendidikan jenjang SD/SMP hingga SMA bahkan sudah terakteditas A dengan jumlah siswa saat inimencapai 600 orang. bangunan sendiri ingin diambil alih pemilik lahan dengan alasan akan digunakan untuk memulai proses pendidikan serupa. Namun karena cukup mendadak, pihak Yayasan pun tak memiliki persiapan karena tak memiliki bangunan gedung untuk menampung siswa yang jumlahnya ratusan tersebut.
Sementara itu, saat coba dikonfirmasi terkait penggembokan bangunan ini, salah satu perwakilan pemilik lahan yang dihubungi via aplikasi percakapan, masih belum memberikan respon hingga senin sore.
Tim Liputan





