Sekda Banjarmasin Ajak Warga Peduli Sanitasi Lingkungan

Banjarmasin, DUTA TV — Pemko Banjarmasin menggelar sosialisasi Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara Sanitasi di salah satu hotel berbintang belum lama tadi. Kegiatan ini salah satu upaya Pemerintah Kota untuk mengurangi warga yang membuang limbah domestik mereka di jamban apung.
Padahal di beberapa kawasan, Pemko Banjarmasin sudah membangun WC umum agar bisa mengurangi pencemaran tersebut. Namun, karena masih saja ada warga yang tidak peduli dengan dampak dari limbah domestik yang mereka buang.
Menurut Sekdako Banjarmasin, Ikhsan Budiman, pengelolaan sanitasi ini sangat penting terlebih untuk lingkungan warga tinggal. Ia meminta kepada seluruh peserta yang terdiri dari ketua RT, camat, dan lurah agar bisa melakukan sosialisasi secara door to door atau melalui forum terkait pentingnya sanitasi lingkungan.
“Pelaksanaan air limbah domestik kita, peran lurah RT RW kita penting, karena mereka agen, di mana mereka yang tahu warga yang berhak penerima layanan air limbah domestik. Pemukiman mana yang bisa kita lakukan percepatan akses. Bisa dilakukan door to door dan sosialisasi. Kesadaran masyarakat beragam, ada yang sudah muncul dan belum,” ujarnya.
Sementara, menurut salah satu peserta yang juga Ketua RT 20 Kelurahan Sungai Bilu, Zulkifli, sarana dan prasarana atau WC umum yang sudah dibangun cukup jarang digunakan oleh warga, dan di tempat tinggalnya masih ada tiga rumah yang menggunakan jamban apung. Ia juga terus melakukan sosialisasi agar beberapa warga itu bisa memanfaatkan WC umum agar limbahnya bisa tertangani.
“Sebagai agen kalau di masyarakat kami pengelola WC umum, di masyarakat kami kan memberikan manfaat atau pengelolaannya dari segi perawatan, pengaturan untuk pembayarannya, kayak lampu PDAM karena nantinya akan dikembalikan lagi ke pengelolaannya. Bagus ini kan ada sosialisasi tentang sanitasi. Jamban apung memang ada tapi dari rumah memang ada WC umumnya tapi karena di pinggir sungai. Wadah kami masih ada tiga rumah. Ada 101 KK. Banjarmasin Timur Sungai Bilu,” ucapnya.
Dampak sanitasi buruk dapat memicu berbagai masalah kesehatan, kontaminasi sungai, hingga penurunan kualitas lingkungan. Oleh karena itu, Pemko menegaskan komitmennya menjadikan sanitasi sebagai program prioritas.
Reporter: Zein Pahlevi





