Infrastruktur Inspirasi

“SEGERA ! THE NEW SYAMSUDIN NOOR AIR PORT ?”

BANJARMASIN-DUTATV. Sahabat Secangkir Kopi Seribu Inspirasi, pada hari rabu tanggal 29 Mei 2019, Gubernur Kalimantan Selatan Shahbirin Noor mau memastikan apakah proyek pengerjaan Bandara Syamsudin Noor (selanjutnya disebut Bandara) apakah berjalan sesuai dengan rencana, atas dasar itulah Staf Khusus Gubernur yang terdiri dari Noor Aidi, Syaifudin (SKSI), Rizal Akbar, Taufik Arbain dan Samanhudin Muharam di utus untuk berdiskusi dengan Pimpinan Proyek dan General Manager Angkasa Pura I Syamsudin Noor Indah Priastuty serta meninjau langsung ke lokasi pengerjaan. Untuk itu ijinkan saya  menyampaikan kepada publik atas hasil dari diskusi dan kunjungan tersebut dengan mengemasnya dalam bentuk cerita inspiratif “Menanti the New Syamsudin Noor Air Port”.

Sahabat ! jujur dipagi itu saya berangkat ke Kantor Angkasa Pura I diselimuti keraguan atas pelaksanaan proyek tersebut, mengingat historis pembangunan bandara baru ini sangat berliku-liku dan dipenuhi berbagai macam masalah, dan yang sangat menonjol adalah masalah pembebasan lahannya, sehingga sejak proyek ini mulai dilaksanakan pada tahun 2016 dan ditargetkan selesai tahun 2018 tidak tercapai, baru kemudian di era Gubernur Shahbirin Noor proyek bandara ini masuk dalam proyek strategis nasional yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017 telah memunculkan angin segar lagi, karena Paman Birin (sapaan Gubernur Kal-Sel) beberapa kali membawa masalah penyelesaian proyek ini saat ketemu langsung dengan Presiden Jokowi, akhirnya ditargetkanlah akan selesai pada Bulan Oktober tahun 2019 ini, dan pelaksanaan proyek dipantau serius oleh Menteri Perhubungan beserta Direktur Angkasa Pura I.

Sahabat ! begitu pula dalam berbagai kesempatan, sebagai pimpinan media sekaligus Pimred (duta tv) beberapa kali kami membahas permasalahan proyek bandara ini agar menjadi perhatian serius stake holder untuk membantu mempelancar pelaksanaannya, bahkan dalam posisi saya sebagai Founder Jurist Solution (kantor hukum) mengajak kolega profesional hukum agar tidak menjadikan kasus tanah bandara  sebagai “lahan” yang bisa menghambat proses pembangunannya, karena bandara ini menjadi pintu gerbang masuk Kalimantan Selatan dan kondisi bandara yang sekarang sudah tidak layak lagi menjadi pintu gerbang Kal-Sel sebagai penghasil Sumber Daya Alam dan Provinsi tertua di Pulau Kalimantan.  Oleh karena itu kebijakan saya di redaksi pun mengingatkan jurnalis untuk tidak memuat berita yang sifatnya menjadi panggung para kolega hukum untuk “show of” memperjuangkan klien mereka terkait klaim tanah yang berlapis lapis tersebut, hal ini saya lakukan semata-mata untuk membantu lancarnya proyek pembangunan bandara ini. Dan bahkan ada tawaran klien untuk ikut di kasus bandara inipun saya tolak dan saya nasihati mereka agar tidak bermain-main dengan tanah bandara.

Sahabat ! keraguan dan harapan sayapun akhirnya terjawab, dengan penjelasan pimpinan proyek dan GM Angkasa Pura I Syamsudin Noor dan meninjau langsung ke pekerjaan proyek. Proyek yang terdiri dari Proyek 1 (P1) berupa Terminal dan Fasilitas Penunjang sudah mencapai 65.278 % sedangkan Proyek 2 (P2) (Apron)   sudah mencapai 85,9% dan untuk Paket 2  akan diselesaikan pada bulan Juli ini mengingat akan adanya sejumlah test agar siap di operasikan pada bulan Oktober nantinya.  Dengan kondisi ini, ditambah tekad dan semangat  dan jumlah tenaga kerja yang ribuan orang, maka pekerjaan akan selesai keseluruhan pada bulan oktober nanti, artinya pada bulan Oktober 2019 bandara baru Syamsudin Noor siap untuk diresmikan dan di operasionalkan.

Sahabat ! kabar gembira kepastian selesai bulan Oktober itu bertambah dengan disetujuinya peningkatan status ke Bandara Internasional, sehingga nanti penerbangan haji dan umroh akan dilakuakn secara langsung. Dan untuk ini seperti yang dikatakan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan Rusdiansyah saat kunjungan tersebut, sudah beberapa maskapai berencana membuka rute penerbangan internasional dari dan ke Bandara Syamsudin Noor.

Sahabat ! The New Syamsudin Air Port benar benar berbeda dengan yang ada sekarang, desain yang unik khas Kal-Sel, green building, luas 77.562 m persegi, kapasitas 7 juta pax per tahun, kapasitas parkir 1.524 roda empat dan 720 roda dua, 129.812 meter luas Apron dengan 14 PS (Narrow body) 5 garbarata, chek in hall 5.900 meter persegi memuat 42 counter, bagage claim domestic 500 meter persegi dengan 3 unit conveyor belt dan internasional 1.500 meter persegi dengan 1 unit conveyor belt, waiting room seluas 5.128 meter persegi, satu mesjid baru yang sudah selesai dibangun dan diresmikan berkapasitas 2.800 jamaah.

Sahabat ! tentunya sejumlah catatan perlu disampaikan untuk menjadi perhatian kita semua, yaitu  :

  1. Pengerjaan jalan baru akses ke Bandara juga harus dirampungkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Selatan, yang tidak saja selesai jalannya tetapi juga dengan rambu-rambu dan pohon serta tanaman hiasnya, karena jalan kawasan bandara sudah dengan standar seperti itu, sehingga bisa serasi;
  2. Pemerintah Kota Banjarbaru segera menetapkan jalan akses baru tersebut sebagai kawasan hijau, sehingga tidak ada bangunan-bangunan dan hal lain yang mengganggu pemandangan disepanjang jalan tersebut;
  3. Pemberdayaan masyarakat sekitar untuk mengambil manfaat dari peng-operasional bandara juga harus dilakukan oleh Instansi dan LSM terkait;
  4. Penguatan sektor parawisata perlu dilakukan dengan konsep “golden triangle” destinasi wisata Banjarmasin, Banjarbaru dan Martapura, dalam rangka meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Kalimantan Selatan.
  5. Kawasan Kiram (Kiram Park) akan disiapkan untuk menjadi tujuan wisata baru yang menarik bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Dalam posisi di managemen Kiram Park, kami lagi mengembangkan spot foto dan rumah makan eksotik yang berada di puncak gunung, yang kami sebut “perahu nabi Nuh”.
  6. Masyarakat sekitar bandara yang ada sekarang, sudah harus menyesuaikan diri untuk membuka tempat baru di sepanjang jalan baru Bandara nantinya, karena jalan dan tempat yang ada sekarang akan menjadi bagian belakang dari bandara.

Perahu di Puncak Gunung Kiram kawasan Kiram Park

Bandara baru Syamsudin Noor segera terwujud, mari kita sambut dengan semangat baru UNTUK BANUA BERGERAK dan KAL-SEL MAPAN (MANDIRI DAN TERDEPAN)

Salam Secangkir Kopi Seribu Inspirasi.

#Semakintuasemakinbijaksana

#semakintuasemakinbahagia


Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *