Samahuddin Nilai Keberhasilan Gugatan Kedua Denny Tipis

Banjarmasin, DUTA TV Suhu politik di banua tak kunjung mereda, meski tuntasnya pelaksanaan PSU 9 2021 juni yang terlaksana tanpa ada kendala berarti. Kembali memanas karena adanya rencana pasangan calon nomor urut 2 Denny Indrayana-Difriadi yang akan melayangkan kembali gugatan sengketa hasil PSU ke Mahkamah Konstitusi (MK) atas dasar dugaan kecurangan yang terjadi.

Pada hasil rekapitulasi tingkat Kabupaten/Kota yang melaksanakan PSU yakni Banjarmasin, Banjar, dan Tapin menunjukkan keunggulan pasangan calon nomor 1 Sahbirin Noor-Muhidin.

Di kota Banjarmasin, paslon Sahbirin Noor-Muhidin memperoleh suara 131.766, sedangkan rivalnya nomor urut 2 Denny Indrayana-Difriadi mendapat 114.873 suara.

Di Kabupaten Banjar, Sahbirin Noor-Muhidin unggul meraup 175.368 suara, sedangkan Denny Indrayana-Difriadi mengantongi 94.321 suara. Di Kabupaten Tapin, Sahbirin Noor-Muhidin memperoleh 44.800 suara dan Pasangan Calon nomor urut 2 Denny Indrayana-Difriadi memperoleh 34.096 suara.

Lihat Juga :  Kapolda : Tak Ada Penjagaan Khusus di Banjarmasin Saat Pelaksaan Sidang MK

Hasil akhir dalam PSU yang tak lagi terkejar, mendorong Denny Indrayana untuk melayangkan kembali gugatan sengketa hasil ke MK untuk kedua kalinya. Denny menduga terjadi kecurangan Terstruktur Sistematis dan Masif (TSM) salah satunya terkait politik uang dan permasalahan DPT.

“Bahwa amanat suara rakyat yang diberikan ke pundak H2D (Haji Denny-Difri) akan kami perjuangkan dengan cara-cara yang benar, konstitusional dan kita perjuangkan sampai titik peluh penghabisan,” ucapnya dalam keterangan video berdurasi 9 menit lebih di akun Instagram @dennyindrayana99, Senin (14/6/2021) malam.

Melihat fenomena politik demikian, akademi FISIP ULM yang juga mantan Ketua KPU Kalsel, Samahuddin Muharram menilai Denny Indrayana begitu ambisius hingga menebarkan dugaan kecurangan yang dilakoni rivalnya. Samahuddin juga menyinggung keterangan seorang pengamat politik yang menyebut gugatan ke MK sebagai wujud pengemban suara rakyat.

Lihat Juga :  Timses Paslon 02 Pilgub Kalsel Jurkani Jalani Sidang Dakwaan

“Sangat disayangkan sebenarnya komentar dari salah satu pengamat politik yang intelek dan independen itu bahwasanya dia berkomentar soal money politic itu hanya berdasarkan asumsi semata tidak berdasarkan data,” ucapnya, Kamis (17/6/2021)

Samahuddin menggarisbawahi, terkait komentar tudingan praktik politik uang harus didasari data dan fakta, bukan dari asumsi semata. Sebab, hal tersebut jika tidak terbukti maka bisa dikatakan fitnah yang memancing atmosfer politik memanas.

“Dia berbicara money politic tapi tidak berdasarkan data, apalagi dia seorang akademisi. Tim 01 bisa saja melakukan somasi, karena dia melakukan asumsi negatif, menuduh dan fitnah,” tegasnya.

Lihat Juga :  Terdampak PPKM Jawa-Bali, Sengketa Pilgub Kalsel Ditunda

Rencana gugatan kedua yang kembali akan dilayangkan, Ketua Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Kalsel ini memprediksi tipis keberhasilan gugatan Denny di MK. Dia mengatakan ambang batas selisih perolehan suara antara Sahbirin Noor-Muhidin dan Denny Indrayana-Difriadi pasca PSU terpaut sekitar 2 persen.

Sebagaimana diketahui, permohonan selisih suara terdapat pada lampiran V PMK Nomor 6 Tahun 2020. Provinsi dengan jumlah penduduk lebih dari 2 juta hingga 6 juta jiwa, pengajuan perselisihan perolehan suara dilakukan jika terdapat perbedaan paling banyak 1,5 persen dari total suara sah.

“Saya rasa kemungkinan gugatan diterima sangat tipis, dan seharusnya tidak ada gugatan lagi. Persoalan politik itu bukan ranah MK, kalau kecurangan politik baru ranah Bawaslu untuk menindaklanjuti,” pungkasnya.

Tim Liputan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *