Saham Pengelola Starbucks Babak Belur Dihajar Insiden Asusila

DUTA TV – Saham PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MAPB) terpantau melemah pada penutupan perdagangan Jumat (7/3). Saham dengan kode MAPB tersebut anjlok 6 persen atau 100 poin ke level Rp1.500 per saham.
MAPB bergerak di bidang food and beverage yang memegang lisensi beberapa merek dagang ternama, seperti Starbucks, Pizza Express, Krispy Kreme, Cold Stone, dan GODIVA Chocolates.
Pendiri LBP Institute Lucky Bayu Purnomo mengatakan harga saham keduanya mendapatkan sentimen negatif dari insiden asusila tersebut. Alasannya, tindakan pegawai itu melanggar tata kelola yang baik (good corporate governance/GCG) yang wajib dijaga oleh perusahaan terbuka.
“GCG menjadi hal yang penting untuk diterapkan dalam situasi ini,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com.
Meski bersifat temporer, ia menilai perseroan perlu melakukan tindakan tegas atas pelanggaran GCG tersebut. Bahkan, menurutnya perseroan perlu melakukan public expose kepada pemegang saham guna menjelaskan respons perseroan atas insiden itu.
Pihak Starbucks memastikan pegawai tersebut sudah tidak bekerja lagi. Namun, Lucky menilai perusahan tetap harus memberi penjelasan kepada pemegang saham lantara merupakan perusahaan tercatat di bursa yang sahamnya digenggam publik.
Sebelumnya, dalam video berdurasi 13 detik yang beredar di media sosial terekam aksi pegawai Starbucks diduga mengintip payudara pelanggan lewat sorotan rekaman CCTV. Dari hasil penelusuran Polsek Metro Tanah Abang Jakarta Pusat, diketahui peristiwa itu terjadi di gerai Starbucks yang ada di Sunter Mall, Jakarta Utara.
Saat ini, eks pegawai itu telah ditangkap oleh Polres Metro Jakarta Utara.(ern/cnn)





