Rita ‘Sulap’ Pandan Laut Jadi Produk Seni Bernilai Rupiah

Kotabaru, DUTA TV — Sejumlah ibu-ibu antusias mengikuti pelatihan pembuatan kerajinan berbahan pandan laut di lantai dua Gedung Dekranasda Kabupaten Kotabaru.

Peserta dari organisasi wanita dan pelaku UMKM tampak sibuk menggambar pola, menggunting lembaran anyaman pandan laut mengikuti pola, kemudian membentuknya menjadi sebuah tas kecil.

Narasumber dalam pelatihan ini, Rita Nengsih, dengan sabar membimbing mereka. Ibu Persit serba bisa ini menjadi pengrajin pandan laut sejak tahun 2018 setelah mengikuti pelatihan yang juga diadakan Dekranasda Kabupaten Kotabaru.

Dari situ, Rita mulai mendapat orderan dan terus menggeluti kerajinan pandan laut hingga sekarang. Di tangannya, tanaman pandan laut yang banyak tumbuh di pesisir Kotabaru disulap menjadi produk seni bernilai ekonomi seperti tas, kotak tisu, dan kopiah.

Selain menjadi pengrajin, Rita juga tak pelit menularkan ilmunya dengan mengisi pelatihan. Ia berkeinginan mengajak ibu-ibu pesisir untuk melihat potensi di daerahnya dan mengolahnya agar bisa meningkatkan perekonomian keluarga.

Rita Nengsih mengatakan, “Awalnya saya peserta pelatihan yang diadakan Dekranasda juga tahun 2018, terus dapat orderan banyak, berlanjut sampai sekarang dan menjadi narasumber pelatihan. Target saya ingin mengajak ibu-ibu pesisir melihat potensi di daerah mereka. Pandan laut ini bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai jual untuk menambah perekonomian mereka.”

Menurut Rita, bahan baku pandan laut di Kabupaten Kotabaru sangat melimpah namun belum dimanfaatkan dengan baik. Padahal hasil kerajinan dari pandan laut cukup dilirik, terutama oleh konsumen luar negeri.

Reporter: Nazat Fitriah

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *