Redho, Pengrajin Sasirangan yang Perkenalkan Pewarna Alam ke Siswa

Banjarmasin, DUTA TV — Di sebuah Galeri Assalam di Jalan Mulawarman, Banjarmasin, tangan-tangan kecil ini dengan teliti menusukkan jarum dan menarik benang pada kain polos. Tusukan demi tusukan membentuk pola yang nantinya menjadi motif sasirangan.

Ya, inilah teknik tusuk jelujur, salah satu tahapan penting dalam pembuatan kain sasirangan. Tidak hanya menjelujur, para siswa juga dibimbing melakukan proses pencelupan. Menariknya, bahan yang digunakan bukan pewarna sintetis, melainkan pewarna alami yang diperoleh dari berbagai tumbuhan yang ramah lingkungan.

Kegiatan ini dipandu Muhammad Redho, perajin sasirangan yang telah berkecimpung sejak tahun 1993. Ia dengan sukarela membagikan keterampilannya kepada anak-anak, berharap generasi muda mampu meneruskan kerajinan khas Banjar agar tidak hilang oleh zaman.

“Di sini siswa diajarkan untuk teknik dasar, menjelujur, hingga mencelup ke pewarna. Kita juga memberikan pemahaman ke siswa kalau pewarna sintetis itu berbahaya,” ujarnya.

Menurutnya, limbah pewarna sintetis memberi dampak negatif terhadap lingkungan, terutama ekosistem perairan. Meski begitu, ia mengakui minat masyarakat terhadap sasirangan pewarna alam masih rendah karena warnanya tidak secerah pewarna sintetis dan lebih mudah pudar.

Reporter : Nina Megasari

Helman

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *