Ratusan Umat Buddha Banjarmasin Peringati Waisak, Gaungkan Cinta Kasih dan Toleransi

Banjarmasin, Duta TV — Ratusan umat Buddha di Kota Banjarmasin memperingati Hari Raya Tri Suci Waisak 2569 Buddhist Era di Vihara Dhammasoka, Jalan Pierre Tendean, Banjarmasin, Minggu sore(31/05/26).
Peringatan yang berlangsung khidmat sejak dini hari tersebut diawali dengan puja bakti bersama, pembacaan pesan-pesan Waisak, serta rangkaian doa yang diikuti umat dengan penuh kekhusyukan.
Momentum sakral yang dihitung berdasarkan fase bulan purnama siddhi itu dijalani umat dalam suasana tenang dan penuh perenungan.
Anggota Sangha Agung Indonesia, Bhante Bhadrajavra, mengatakan peringatan Waisak menjadi sarana untuk membangkitkan kesadaran dan kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, keberagaman suku, ras, budaya, dan agama yang dimiliki Indonesia harus menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan yang harmonis dan damai.
”Seluruh umat Buddha di Banjarmasin memperingati Waisak pada pukul 4:45 pagi. Kegiatan ini dirangkai dengan puja bakti dan pembacaan pesan Waisak. Kami berharap momentum ini dapat membangkitkan kesadaran sehingga terbangun kebijaksanaan, mengingat Indonesia memiliki banyak ras, suku, dan budaya,” ungkap Bhante Bhadrajavra.
Di tengah cahaya lilin dan harum dupa yang memenuhi ruang ibadah, pesan tentang pentingnya cinta kasih dan toleransi terus disampaikan kepada umat sebagai bekal dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah Wanita Buddhis Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Karuna Padmani Suryani, mengajak masyarakat untuk menebarkan kedamaian dimulai dari diri sendiri.
”Perdamaian itu dimulai dari diri sendiri. Mari kita gaungkan cinta kasih kepada semua makhluk, dimulai dari hal-hal kecil, seperti tidak membuat sampah sembarangan dan tidak menyebarkan informasi yang belum tentu benar,” kata Karuna Padmani Suryani.
Peringatan Tri Suci Waisak tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi ritual keagamaan semata, tetapi juga mampu memperkuat nilai-nilai kebijaksanaan, toleransi, dan cinta kasih dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga tercipta kerukunan dan kedamaian di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
Reporter: Nina Megasari





