Potensi Wisata dan Pertanian Bendungan Tapin

Banjarmasin, DUTA TV — Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Sumber Harapan Desa Bungur Baru Kabupaten Tapin, Nafiah menyatakan, dengan dukungan Daerah Irigasi (DI) Tapin, bendungan tersebut telah memberikan dampak positif bagi pertanian.

“Sebelum ada bendungan per hektare kurang lebih tiga sampai empat ton hektare. Setelah ada irigasi di kita sendiri bisa 8 ton per hektare hasil taninta,” katanya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya sudah meresmikan Bendungan Tapin di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan pada awal 2021. Dengan didukung Daerah Irigasi (DI) Tapin, kini bendungan tersebut sudah memberikan dampak positif bagi pertanian di wilayah tersebut.

Agar lebih maksimal manfaatnya kepada petani, Nafiah mengharapkan juga dibuatkan jaringan tersier atau saluran kecil air menuju sawah. Dengan begitu, menurut Nafiah pembagian air bagi petani lebih mudah.

Plt Kepala Dinas Kabupaten Tapin Aji Budiono mengakui produktivitas pertaian yang belum optimal memang karena belum belum terdistribusinya air ke irigasi tersier. Aji mengatakan kewenangan untuk membangun tersier merupakan tanggung jawab Kementerian Pertanian, namun keterbatasan dana membuat pembangunan tersier dikerjakan secara bertahap.

“Pemanfaatan Bendungan Tapin ini memang perlu terus dimonitor supaya sasaran berupa peningkatan produktivitas di sektor pertanian betul-betul terwujud,” ujar Aji.

Selain berdampak kepada sektor pertanian, Bendungan Tapin juga memiliki potensi pariwisata. Kasatker Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air (JPA) Kalimantan III M Harliansyah mengatakan potensi pariwisata ada di Bendungan Tapin.

Harliansyah mengungkapkan memunculkan pariwisata di kawasan bendungan juga merupakan arahan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Dia mengatakan dalam membangun infrastruktur diharapkan ada nilai estetika.(rol)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *