Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Hibahkan Alat Pengubah Air Sungai

Kabupaten Banjar, Duta TV — Upaya menghadirkan akses air minum yang aman bagi masyarakat dilakukan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin melalui Program Pengembangan Desa Mitra atau PPDM Tahun 2026.

Bertempat di Desa Melayu Tengah, Kabupaten Banjar, tim pengabdian kepada masyarakat mengembangkan sekaligus menghibahkan alat pengolahan air Sari-Kasi Mobile kepada pemerintah desa.

Alat ini merupakan hasil pengembangan penelitian Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin. Menggunakan teknologi filtrasi bertingkat dan desinfeksi sinar ultraviolet atau UV, Sari-Kasi Mobile mampu mengolah air Sungai Martapura menjadi air yang lebih layak dikonsumsi masyarakat.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Sulaiman Hamzani, mengatakan teknologi tersebut diimplementasikan agar hasil penelitian tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi dapat dimanfaatkan langsung masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air minum yang aman dan sehat.

Selain menyerahkan hibah alat, tim juga memberikan sosialisasi, pelatihan operasional kepada kader desa, pemantauan kualitas air, hingga pendampingan guna memastikan keberlanjutan program.

Pemilihan Desa Melayu Tengah didasarkan pada tingginya ketergantungan warga terhadap air Sungai Martapura. Sekitar 63 persen masyarakat masih menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, sementara kualitas air masih memiliki tingkat kekeruhan tinggi dan ditemukan bakteri koliform yang berpotensi memicu penyakit berbasis air.

Sementara Kepala Desa Melayu Tengah, Ahmad Jailani, mengapresiasi hibah tersebut. Menurutnya, keberadaan Sari-Kasi Mobile diharapkan tidak hanya meningkatkan akses air minum yang aman dan mendukung pencegahan stunting, tetapi juga berpeluang dikembangkan menjadi unit usaha Badan Usaha Milik Desa atau Bumdes sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian desa.

Program yang berlangsung sejak April hingga Agustus 2026 ini menjadi wujud komitmen Poltekkes Kemenkes Banjarmasin dalam mengimplementasikan hasil penelitian menjadi solusi nyata bagi masyarakat, sekaligus diharapkan dapat menjadi model penyediaan air minum berbasis teknologi tepat guna di desa-desa lain dengan kondisi serupa.

Reporter: Mawardi

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *