Polisi Umumkan Penyebab Kematian Diplomat Muda, Singgung Email Bunuh Diri

Jakarta, DUTA TV — Teka-teki kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) inisial ADP yang tewas di kamar kos daerah Menteng, Jakarta Pusat, akhirnya diungkap polisi.

Polda Metro Jaya menyatakan tidak ada keterlibatan orang lain dalam tewasnya korban.

Kasus kematian ADP menyita perhatian publik sejak jasadnya pertama kali ditemukan pada 8 Juli silam. Selama hamper tiga pekan, polisi melakukan penyelidikan dengan melibatkan sejumlah ahli.

Polda Metro Jaya lalu mengumumkan hasil penyelidikan kasus itu pada Selasa (27/7/2025). Korban diduga meninggal bunuh diri.

“Indikator daripada kematian daripada ADP ini mengarah pada indikasi meninggal tanpa keterlibatan pihak lain,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra.

Dugaan korban bunuh diri ini juga dikuatkan dengan temuan surel ADP 12 tahun lalu. Surel itu berisi pesan bunuh diri.

ADP ditemukan tewas dengan kondisi wajah dililit lakban. Polisi mengungkap hasil pemeriksaan terhadap riwayat digital pada perangkat seluler ADP.

“Pada perangkat seluler handphone di mana perangkat tersebut aktif pertama, berdasarkan riwayat device, handphone itu aktif pertama 29 Juli 2019 kemudian terakhir digunakan komunikasi 20 September 2022,” kata anggota tim Ditressiber Polda Metro, Ipda Saji Purwanto, dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (29/7/2025).

Dia mengatakan ada riwayat pengiriman email yang digunakan pengguna handphone ke salah satu badan amal yang menyediakan layanan dukungan terhadap orang dengan perasaan putus asa dan dapat menyebabkan bunuh diri. Dia mengatakan email itu pertama kali dikirim pada 2013.

“Kami menemukan sebanyak dua segmen. Segmen pertama di tahun 2013 dimulai dari tanggal 20 Juni 2013 sampai dengan 20 Juli 2013, di situ sudah saya sampaikan ke penyidik yang menangani. Pada intinya adalah menceritakan tentang alasan ada keinginan untuk bunuh diri,” ujarnya.

Dia menyebut ada juga email yang dikirim pada 2021. Email itu berisi hal yang sama, yakni keinginan bunuh diri.

ADP Diduga Alami Burnout

Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (Apsifor) mengungkap kondisi psikologis diplomat muda Kementerian Luar Negeri, ADP (39), sebelum tewas terlilit lakban di kos Menteng, Jakarta Pusat.

Korban disebut mengalami kondisi burn out terkait urusan pekerjaan.

“Peran tersebut menuntut empati yang tinggi, kepekaan emosional yang mendalam, ketahanan psikologis, sensitivitas sosial, yang ini semua tentu menimbulkan dampak seperti  burnoutcompassion fatigue atau kelelahan kepedulian, terus-menerus terpapar dalam pengalaman penderitaan, trauma,” kata Ketua Umum Apsifor, Nathanael EJ Sumampouw, dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (29/7/2025).

Di masa akhir sebelum tewas, korban memiliki tugas yang mulia, termasuk memastikan perlindungan WNI di luar negeri. Nathanael mengatakan tugas tersebut berdampak pada kondisi psikologis korban.

“Beliau memikul berbagai tanggung jawab, mengerjakan tugas profesional, sekaligus peran humanistik sebagai pelindung, pendengar, rescuer atau penyelamat bagi WNI yang terjebak dalam situasi krisis, memastikan bahwa negara hadir bagi WNI yang ada di luar negeri,” imbuhnya.

Meski demikian, terungkap bahwa diplomat ADP sulit mengekspresikan emosi negatif. ADP juga tercatat pernah mengakses layanan kesehatan mental.(dtk)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *