Poliban Berhasil Konversi 10 Unit Kendaraan BBM Jadi Motor Listrik dari Elvi Sukesi

Kota Banjarmasin, Duta TV — Inilah 10 unit motor berbahan bakar minyak yang berhasil dikonversi Politeknik Negeri Banjarmasin menjadi sepeda motor listrik.

Dari tampilan sekilas tidak jauh berbeda dengan bentuk motor semula, hanya saja saat dinyalakan motor ini tidak mengeluarkan suara sama sekali.

Kesepuluh motor listrik ini merupakan karya mahasiswa Poliban dari kerja sama dengan PLN UID Kalselteng melalui program Elvi Sukesi atau Electric Vehicle Sukses Reparasi dan Konversi tahun 2025.

Program ini merupakan kelanjutan dari program tahun sebelumnya sebagai bagian dari PLN Peduli.

Capaian ini merupakan yang terbaik dibandingkan pelaksanaan konversi di kota-kota lain, sekaligus menunjukkan tingginya animo masyarakat terhadap kendaraan listrik. Direktur Poliban, Joniriadi, menegaskan tak sekadar mengonversi, Poliban juga memiliki bengkel khusus untuk perawatan motor listrik.

Pihak Poliban berharap kerja sama ini tidak hanya terbatas pada Elvi Sukesi, tetapi juga program lainnya bersama PLN.

Senada, Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Kalselteng mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya PLN memperkuat ekosistem kendaraan listrik secara menyeluruh.

Direktur Poliban, Joniriadi, menjelaskan keterbatasan kuota program yang tersedia meski animo masyarakat cukup tinggi.

“Sebenarnya lebih dari 10, tapi karena kuota kita hanya 10 jadi untuk sementara ini kita dapat 10. Mestinya lebih karena animo masyarakat tinggi, jadi insyaallah ke depannya tak hanya 10 saja, bisa berkali-kali lipat,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan kesiapan Poliban dalam memberikan layanan serta harapan penguatan kerja sama ke depan.

“Insyaallah kami bisa layani karena kami punya bengkel konversi, tak hanya konversi tapi juga merawat. Datang saja ke Poliban. Harapannya tentunya kerja sama ini tak hanya tentang Elvi Sukesi, tapi juga kerja sama lainnya bisa kita tingkatkan lagi dengan PT PLN,” ujarnya.

Sementara itu, Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Kalselteng, Faharudin Fajar, mengatakan, “Ini juga salah satu bentuk untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik. Selain kendaraan listrik dan SPKLU, ada juga perbengkelannya. Tentu terus berlanjut ke depannya karena ini program PLN untuk lebih dekat kepada masyarakat dan tanggung jawab sosial kami. Kita berharap akan meningkatkan kerja sama dengan Poliban.”

Dalam program ini, PLN UID Kalselteng menyalurkan bantuan sebesar 376 juta rupiah untuk pengembangan bengkel kendaraan listrik Poliban. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk sejumlah kegiatan, seperti pelatihan peningkatan kompetensi di bidang kendaraan listrik yang diikuti lebih dari 70 siswa SMK, guru, dan mahasiswa.

Dalam kesempatan ini, PLN juga menyerahkan bantuan peralatan bengkel untuk lima SMK di Kalimantan Selatan. Bantuan ini menjadi bukti komitmen PLN untuk tidak hanya menghadirkan listrik bagi masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah operasionalnya.

Program ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara PLN, dunia pendidikan vokasi, dan pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik, baik sebagai tenaga terampil maupun wirausaha. Lebih dari sekadar kerja sama tahunan, program ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam membangun sinergi berkelanjutan menuju transisi energi dan mendukung target net zero emission Pemerintah Indonesia.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *