POBSI Kalsel Dorong Rumah Biliar Masuk Kategori Olahraga

Banjarmasin, DUTA TV — Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia atau POBSI Kalimantan Selatan mendorong agar rumah biliar tidak lagi dikategorikan sebagai tempat hiburan malam, melainkan sebagai sarana olahraga.

Hal ini disampaikan menyusul masih adanya sejumlah peraturan daerah yang memasukkan biliar ke dalam kategori usaha hiburan. Ketua POBSI Kalimantan Selatan, Mustohir Ariffin, menegaskan bahwa biliar telah diakui sebagai cabang olahraga resmi, bahkan dipertandingkan di ajang internasional seperti SEA Games.

Atlet biliar Kalimantan Selatan sendiri berhasil menyumbangkan medali perunggu pada ajang tersebut. Sebagai bentuk penegasan, Pengurus Besar POBSI telah mengeluarkan regulasi khusus bagi rumah biliar yang ingin masuk kategori olahraga.

Pengelola diwajibkan melakukan registrasi secara daring dengan memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya tidak menyediakan live music, tidak menjual minuman beralkohol, tidak menghadirkan DJ, serta menjaga suasana tempat yang terang dan kondusif untuk olahraga.

Untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi tersebut, pengurus provinsi POBSI di seluruh Indonesia akan melakukan verifikasi langsung ke lapangan. Rumah biliar yang dinyatakan lolos verifikasi nantinya akan memperoleh sertifikat resmi dari PB POBSI sebagai tempat olahraga.

“Ada beberapa perda yang memasukkan biliar sebagai tempat hiburan malam. Kami ingin biliar itu sekarang masuk kategori olahraga. Di SEA Games saja sudah dipertandingkan dan bahkan atlet Kalsel kemarin dapat medali perunggu. Oleh karena itu, PB POBSI membuat regulasi untuk rumah biliar agar registrasi online untuk mendaftarkan rumah biliarnya kategori olahraga, tentu saja dengan berbagai persyaratan seperti tidak ada live musik, tidak menjual minuman beralkohol, tidak ada DJ, tidak gelap. Untuk verifikasi lapangan, Pengprov seluruh Indonesia turun langsung memastikan rumah biliar itu kategori olahraga. Nanti kalau lolos verifikasi akan keluar sertifikat dari pusat,” ujar Mustohir.

Ia menilai peningkatan prestasi atlet biliar daerah seharusnya menjadi pertimbangan bagi pemerintah daerah dan DPRD kabupaten/kota dalam menyusun kebijakan. Prestasi biliar Kalimantan Selatan sendiri terus menunjukkan peningkatan. Pada ajang Pekan Olahraga Nasional atau PON Aceh–Sumatera Utara, atlet biliar Kalsel berhasil meraih tiga medali emas, naik dua medali emas dibanding PON Papua yang hanya meraih satu medali emas saja.

Reporter: Nina Megasari

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *