Peternak Bebek di HSS Bertahan di Tengah Pandemi

HSS, DUTA TVMeski sempat mengalami keterpurukan pada saat pandemi COVID-19, Aspiannor pemuda asal Desa Amparaya, Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sukses menggeluti bisnis sampingannya yakni beternak bebek petelur.

Pemuda yang juga berprofesi sebagai guru honorer ini mampu bertahan hingga dapat mengembangkan usahanya ketingkat yang lebih baik.

Saat pandemi COVID-19, dirinya mengakui jika omset penjualan telur bebek yang diperolehnya jauh menurun karena harganya yang merosot, sehingga tak jarang ia merugi karena harus menutupi biaya pakan agar bisnis ternaknya tetap berjalan.

Namun berkat kesabaran dan ketekunan yang dilakukan ayah dua orang anak ini, kini memperoleh hasil yang cukup menjanjikan bahkan saat ini dirinya telah berhasil memelihara sebanyak 700 ekor bebek yang dapat menghasilkan sekitar 500 butir telur perharinya dengan harga jual Rp2.000 perbutir.

Telur Bebek

Telur Bebek

“Dulunya beternak bebek pedaging kini menjadi alternatif jadi bebek petelur dalam setahun ini, kalau masa pandemi penghasilan sangat menurun dan ini saya cuma bisa bertahan karena harga telur sangat menurun dan disana saya alternatifnya dengan cara penjualan online atau pasar kandangan online dan lain sebagainya, yang penting bisa bertahan dimasa pandemi, untuk harga saat pandemi RP1.500 dan itu pas pasan dan kadang-kadang kalaunya bebeknya banyak merugi kalau harga sampai Rp1.500 itu, saat ini harga mulai stabil dan harga mulai menaik dari Rp1.900 sampai ada Rp2.000,” kata Aspiannor Peternak Bebek Petelur.

Aspiannor Peternak Bebek Petelur.

Aspiannor Peternak Bebek Petelur.

Kini telur bebek yang dihasilkan sudah diminati oleh beberapa pengepul dari berbagai wilayah, dimana pemasarannya hingga ke kabupaten tetangga seperti Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Banjar serta kota Banjarbaru.

 

Reporter : Muhammad Irfansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *