Petani Kaget ! Temukan Guci Kuno Berisi Kerangka Tulang

Tanah Laut, DUTA TV — Seorang petani di Kawasan Sarang Halang Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut dikejutkan dengan temuan tulang belulang dalam guci yang terkubur dalam tanah yang dia garap.

Petani tersebut diketahui bernama Salim warga Jalan Bakti Kelurahan Karang Taruna yang pertama kali menemukan mengaku, pada Selasa sore (30/3) sekitar pukul 16.00 sedang mengolah tanah untuk rencana ditanam bibit singkong. Namun, dirinya terkejut, cangkulnya mengeluarkan bunyi seperti bersentuhan batu. Ketika dicangkul terus menerus ternyata  berbentuk bulat tertutup piring, dan keadaan piring tersebut pun pecah akibat tanpa sengaja tercangkul.

Lihat Juga :  Berkat Tanaman Hias Sentra Pertanian Jadi Agro Wisata Dadakan

“Hari itu saya pulang menemui keluarga atas temuan saya,” jelasnya.

Petani di Pelaihari Temukan Guci Kuno Berisi Kerangka Tulang. (foto : duta tv)

Keesokan harinya, Salim kembali mendatangi lokasi dan memastikan isi guci berwarna coklat tersebut. Ternyata, isinya diduga tulang belulang yang rapuh. Salim pun membungkusnya dengan kain kerudung warna putih, untuk dikuburkan kembali, sedangkan guci dan piring dibawa pulang.

Lihat Juga :  Berkat Tanaman Hias Sentra Pertanian Jadi Agro Wisata Dadakan

Tepat hari Kamis, aparat kepolisian dari Polsek Pelaihari dan Bidang Kebudayaan mendatangi lokasi dan sementara mengamankan barang temuan tersebut untuk diperiksa pihak Arkeolog.

Sementara itu ,Kepala Bidang Kebudayaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Laut (Tala) H. Amperansyah mendatangi lokasi di areal temuan Jalan Ambawang Kelurahan Sarang Halang, Kamis (1/4).

Lihat Juga :  Berkat Tanaman Hias Sentra Pertanian Jadi Agro Wisata Dadakan

Amperansyah tidak sendiri, dirinya juga didampingi oleh Kapolsek Pelaihari Ipda Felly Manurung.

Ampera menjelaskan pihaknya untuk sementara akan mengamankan terlebih dahulu dan menjaga barang temuan di lokasi yang ada.

“Kami menunggu barang ini di lokasi, untuk menunggu pihak arkeolog dari Banjarbaru,” jelasnya.

Hasil dari pemeriksaan dikatakan memerlukan waktu, sehingga pihaknya belum dapat menyimpulkan tulang yang rapuh dalam guci tersebut.

“Nanti setelah hasil penelitian Arkeolog baru saya sampaikan lagi,” tegasnya.

Reporter: Suhardadi

Rahmatillah


Editor & Uploader

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *