Perdatin Kalsel Dorong Penguatan Layanan Anestesiologi dan Terapi Intensif

Banjarmasin, Duta TV — Perdatin Kalimantan Selatan menyiapkan sejumlah program untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif.

Ketua Perdatin Kalimantan Selatan, Dokter Fakhrudin Noor, mengatakan, salah satu program yang dikembangkan adalah Banua Anestesi.

Program ini akan diisi dengan pelatihan dan workshop, serta dilaksanakan melalui kolaborasi dengan bidang kesehatan lainnya.

Menurutnya, keberadaan dokter anestesiologi di rumah sakit menjadi bagian penting dalam menunjang pelayanan, khususnya penanganan pasien yang memerlukan tindakan kegawatdaruratan dan terapi intensif.

“Kita tadi melaunching satu kegiatan yaitu Banua Anestesi. Ini kegiatannya berupa pelatihan dan workshop dan tentu saja berkolaborasi dengan bidang lainnya. Rata-rata sudah terpenuhi dokter di seluruh RS di Kalsel, tapi tentu itu harusnya minimal dua orang dalam satu RS,” ujar Dr. Fakhrudin Noor, Ketua Perdatin Kalsel.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendorong Perdatin untuk terus membangun kolaborasi dalam menjawab berbagai kebutuhan pelayanan kesehatan.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, menyebut, salah satu perhatian adalah pemerataan tenaga kesehatan dan ketersediaan fasilitas pelayanan.

Galuh menambahkan, dari data awal, terdapat 52 rumah sakit di Kalimantan Selatan.

Pemerataan tenaga kesehatan dan penambahan fasilitas dinilai masih perlu ditingkatkan, agar masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang lebih optimal.

Ketua IDI Kalimantan Selatan, Dokter Sigit Prasetia Kurniawan, menilai penguatan kolaborasi menjadi hal penting untuk menjaga keberlanjutan pelayanan.

Menurutnya, peningkatan kompetensi dokter anestesi perlu dilakukan secara berkelanjutan, mengingat dokter anestesi menjadi salah satu ujung tombak dalam penanganan kondisi kegawatdaruratan pasien.

“Pasti banyak harapan akan ada satu kesamaan persepsi dari semua anggota Perdatin. Kami sangat berharap Perdatin menjadi mitra pembangunan di Kalsel. Permasalahan kesehatan menjadi konsen Pak Gubernur, harapannya kita bisa berkolaborasi untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar Galuh Tantri Narindra, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekdaprov Kalsel.

“Tentunya kita bentuknya penguatan kolaborasi agar kegiatan bisa berkesinambungan agar Perdatin ini menjaga kualitas kawan-kawan yaitu peningkatan kompetensi. Teman-teman di Perdatin ini ujung tombak penanganan kedaruratan pasien, jadi harus bekerja sama agar fasilitas layanan dokter anestesi ini bisa maksimal dan optimal,” ujar Dr. Sigit Prasetia Kurniawan, Ketua IDI Kalsel.

Melalui peningkatan kompetensi, pemerataan tenaga kesehatan, serta penguatan kolaborasi, Perdatin Kalsel diharapkan dapat turut memperkuat mutu pelayanan anestesiologi dan terapi intensif di Kalimantan Selatan.

Reporter: Nina Megasari

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *