Penjualan Genset dan Lampu Emergency Meningkat

Banjarmasin, Duta TV — Beginilah suasana salah satu toko genset di kawasan Pangeran Samudera. Meski tidak banyak orang yang datang, diakui jumlah penjualan genset mengalami peningkatan dalam sepekan terakhir.

Dalam sehari, genset yang mereka jual bisa laku lima hingga 10 unit. Permintaan ini sangat jauh berbeda dibanding sebelum adanya pemadaman listrik secara bergilir yang dalam sehari bisa tidak mendapatkan pembeli.

Lamanya mati listrik di beberapa kawasan di Banjarmasin membuat warga lebih memilih untuk membeli genset.

Menurut bagian penjualan di Toko Orion, Iwan, mesin genset yang banyak dicari yakni untuk rumah tangga atau memiliki daya 650 hingga 1.300 watt. Untuk kisaran harga mulai dari Rp2 juta hingga lebih dari Rp4 juta, tergantung kualitas dan merek mesin genset.

“Dalam sehari ada peningkatan karena efek mati lampu. Sudah lama tidak mati lampu, jadi yang belum punya genset membeli. Umumnya untuk rumah tangga. Kisaran harga Rp2 juta sampai lebih dari Rp4 juta, tergantung merek. Tidak menentu setiap hari, sekitar empat, lima sampai 10 unit. Biasanya genset ini sepi,” ujarnya.

“Beli genset rencananya 1.300 watt. Harganya sekitar Rp2 juta. Beli genset karena sering mati lampu, tidak tahu juga karena apa ini PLN. Baru pertama beli,” ucap Saidi, salah seorang pembeli genset.

Tak hanya genset, permintaan lampu emergency di Pasar Baru juga diakui penjualannya meningkat sejak beberapa hari terakhir karena dampak pemadaman listrik secara bergilir.

Menurut salah satu pedagang, Ivan, kebanyakan yang dicari warga adalah lampu emergency model lentera yang dibanderol Rp150 ribu hingga Rp200 ribu. Bahkan, di tokonya lampu emergency jenis lentera sudah habis terjual. Sedangkan lampu emergency pada umumnya berkisar Rp50 ribu hingga Rp85 ribu.

“Alhamdulillah lancar selama mati lampu ini, ada peningkatan. Tidak menentu juga, anggap saja ada lima atau enam unit. Lampu lentera yang bisa ditenteng atau digantung sekitar Rp150 ribu sampai Rp200 ribu. Yang biasa sekitar Rp50 ribu sampai Rp85 ribu. Biasanya biasa saja, saat mati lampu ini saja yang ramai,” ungkapnya.

Meski pedagang lampu emergency dan genset bersyukur dengan peningkatan penjualan barang-barang yang mereka jual, mereka tetap berharap kondisi listrik di Banjarmasin bisa kembali normal.

Reporter: Zein Pahlevi

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *