Pemprov Kalsel Siapkan Reward Atlet Berprestasi, Gagas Pembinaan Olahraga Berjenjang dan Terarah

BANJARMASIN, Duta TV – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan prestasi olahraga daerah melalui penyusunan roadmap dan grand desain pengembangan olahraga, termasuk penyiapan skema reward bagi atlet berprestasi.
Kebijakan tersebut dirancang sebagai bagian dari strategi jangka menengah dan panjang untuk mendorong daya saing atlet Banua di level nasional hingga internasional.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalsel, Pebriadin Hafiz, mengatakan roadmap pengembangan olahraga tidak hanya berfokus pada pembinaan teknis, tetapi juga memperhatikan aspek kesejahteraan atlet. Salah satu poin penting yang tengah dimatangkan adalah pemberian bonus dan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.
“Penghargaan dan reward bagi atlet berprestasi menjadi bagian dari perhatian kami. Ini penting untuk menjaga motivasi atlet agar terus berjuang mengharumkan nama daerah dan bangsa,” ujar Pebriadin Hafiz.
Ia menjelaskan, grand desain olahraga daerah mencakup pembinaan berjenjang, pelatihan berkelanjutan, pendampingan prestasi, hingga pola pembiayaan yang lebih terarah. Melalui kebijakan tersebut, Pemprov Kalsel berharap dapat menciptakan ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan.
Menurut Pebriadin, prestasi olahraga memiliki nilai strategis karena membawa identitas dan kehormatan daerah di mata nasional maupun internasional. Oleh sebab itu, ia menyampaikan apresiasi kepada atlet Kalimantan Selatan yang sukses menyumbangkan medali bagi Indonesia pada ajang SEA Games Thailand 2025.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para atlet yang telah berprestasi. Capaian ini menjadi kebanggaan bersama,” katanya.
Menanggapi adanya keluhan atlet terkait perhatian pemerintah daerah, Pebriadin menegaskan bahwa hal tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi Dispora Kalsel. Ia mengakui masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kebijakan olahraga, termasuk terkait reward dan dukungan nonteknis.
“Kami menghargai setiap masukan dari atlet. Ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus berbenah. Kami juga menyampaikan permohonan maaf jika masih ada hal yang belum maksimal,” ujarnya.
Pada SEA Games Thailand 2025, atlet Kalsel mencatatkan prestasi membanggakan. Nadia Hafiza dari cabang dayung meraih dua medali emas dan dua perak dari nomor dragon boat. Dina Aulia menyumbangkan emas dari nomor lari gawang 100 meter putri. Medali emas lainnya dipersembahkan Lucky Chandra Kurniawan dari tenis lapangan beregu putra dan Yasmin Figlia Achdiat dari cabang menembak beregu.
Sementara itu, medali perak diraih Abdul Hamid dari nomor dayung kayak double 200 meter putra. Medali perunggu disumbangkan Gebby Adi Wibawa Putra dari cabang biliar beregu serta Abdul Kamal Hasibuan dari e-sport Free Fire beregu putra.
Nadia Hafiza menyampaikan kesiapannya untuk menghadiri pertemuan dengan pemerintah daerah apabila dijadwalkan dalam waktu dekat. Namun, ia mengaku harus kembali mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas) dalam sepekan ke depan.
“Kalau pertemuannya tidak terlalu lama, saya masih bisa hadir. Tapi kalau sudah lewat dari satu minggu, saya harus kembali ke Pelatnas,” ujarnya, Jumat (16/1/2026).
Terkait rencana promosi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Pemuda dan Olahraga atas prestasinya, Nadia menyatakan memahami bahwa proses tersebut membutuhkan waktu.
“Saya tahu prosesnya tidak instan. Saya berusaha tetap fokus latihan dan bersabar,” katanya.
Pemprov Kalsel berharap, melalui penguatan sistem pembinaan dan pemberian reward yang adil, semakin banyak atlet daerah yang termotivasi untuk meraih prestasi dan mengharumkan nama Kalimantan Selatan di pentas internasional.
Tim Liputan





