Pemprov Kalsel Antisipasi Musim Kemarau

Banjarbaru, Duta TV – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mempersiapkan berbagai langkah strategis dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di tahun ini.

Hal itu dipaparkan Pj Sekda Prov. Kalsel, M. Syarifuddin, saat rapat koordinasi monitoring dan evaluasi perkembangan penanganan karhutla secara daring langsung dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Letjen TNI Suharyanto, di Command Center Setda Prov. Kalsel, Banjarbaru, Rabu (03/07).

Syarifuddin mengatakan, berdasarkan prediksi dari Stasiun Klimatologi BMKG Kalimantan Selatan, musim kemarau tahun ini diperkirakan tidak akan datang serentak di seluruh wilayah.

Diprediksi kemarau akan melanda bulan Mei hingga Agustus, dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada bulan Agustus dan sebagian kecil di bulan Oktober.

Sebagian besar wilayah Kalsel diperkirakan juga akan mengalami musim kemarau dengan sifat normal, sedangkan sisanya di bawah normal.

Dari catatan BPBD Kalsel, periode 1 Januari hingga 1 Juli 2025, Kalimantan Selatan mencatat terjadi 23 kejadian kebakaran hutan dan lahan dengan luas lahan terdampak mencapai 19,50 hektare.

Kota Banjarbaru menjadi wilayah dengan jumlah kejadian tertinggi, yakni 20 kasus dengan luas lahan terdampak mencapai 14,7 hektare.

Sementara beberapa kabupaten seperti Balangan, Tapin, dan Banjar mencatat titik hotspot cukup tinggi, meski tanpa kejadian karhutla yang berdampak langsung pada lahan.

Balangan mencatat 439 hotspot, tertinggi di antara seluruh wilayah, disusul Tapin dengan 88 titik dan Tabalong 105 titik.

Reporter: Mawardi

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *