Pemko Tetap Tarik Pajak Hotel dan Restoran

DUTA TV BANJARMASIN – Dampak wabah Covid-19 atau Virus Corona, kini menjalar keseluruh aspek dan bidang. Tak terkecuali pada pengusaha hotel, hiburan, dan juga restoran.

Sejak mewabahnya Virus Corona, para pelaku usaha tersebut mengakui tak bisa berbuat apa- apa, hingga meminta kepada pemerintah kota Banjarmasin, melalui Bakeuda untuk melakukan penangguhan pembayaran pajak.

Namun usulan itu tidak dikabulkan oleh Bakeuda, pasalnya kota Banjarmasin bukan termasuk 10 kota yang menjadi acuan destinasi wisata, menurut peraturan menteri keuangan.

Meskipun pendapatan pihak pengusaha hotel, tempat hiburan, dan juga restoran sepi atau tutup, mereka akan tetap memungut pajak sesuai dengan penghasilan mereka, jika masih ada tamu atau yang datang secara otomatis masih ada yang harus disetorkan oleh pihak pengusaha.

“Terkait masalah pajak, menerima surat dari PHRI agar mengurangi pajak, relaksasi pajak restoran pajak masih menunggu PMK dari pusat, apakah Banjarmasin termasuk, terkait masalah pengurangan pajak,” ujar Budian Noor, kabid pendataan dan penetapan Bakeuda kota Banjarmasin.

Diperkirakan dalam beberapa bulan kedepan setoran pajak dari pengusahan hotel, tempat hiburan dan juga restoran akan menurun hingga 40%. Pasalnya seluruh usaha tersebut ikut terdampak dengan wabah Covid-19.

Untuk target perbulan pajak hotel diketahui mencapai 1,75 miliar, sedangkan tempat hiburan 1,3 miliar, sementara pajak restoran sekita 4 miliar.

Reporter : Zein Pahlevi – Nina Megasari

#UPDATE CORONA KALSEL


Follow Me:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *