Pemko Banjarbaru Akan Benahi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

Banjarbaru, Duta TV — Seiring pertumbuhan penduduk di Kota Banjarbaru, volume produksi sampah terus mengalami peningkatan jika tidak dikelola secara masif.
Sehingga puluhan lurah dan camat se-Kota Banjarbaru dilibatkan secara langsung dalam studi tiru di Kelurahan Rorotan, Kota Jakarta Utara pekan lalu.
Hal ini sebagai upaya untuk pengelolaan sampah modern yang terintegrasi di Banjarbaru, untuk mempelajari secara komprehensif sistem pemilahan sampah organik dan anorganik yang terbukti efektif, terutama di wilayah padat penduduk.
Roadmap pengelolaan sampah yang dirancang secara sistematis, mulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga, pengolahan di fasilitas antara, hingga proses akhir yang memiliki nilai ekonomi.
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru, Shanty Eka Septiani, jika studi tiru pengelolaan sampah di Rorotan melibatkan lurah dan camat agar bisa langsung menerapkan ke tingkat kelurahan, RT, dan RW.
Pihaknya akan segera menyusun strategi konkret pengelolaan sampah di tingkat kelurahan dengan target dan evaluasi setiap bulannya.
“Kami akan memulai dari beberapa rumah terlebih dahulu untuk penerapan pemilahan sampah, dengan target setiap bulan minimal bertambah 10 rumah yang menerapkan. Melalui studi tiru ini, kami berharap dapat mengubah pola tersebut. Sampah tidak lagi sekadar dikumpulkan dan dibuang, tetapi harus diselesaikan dari sumbernya,” ujar Shanty Eka.
Sementara itu, pola pengelolaan sampah di Banjarbaru saat ini masih didominasi sistem kumpul-angkut-buang, sehingga perlu perubahan pola pikir atau perilaku masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah.
Kemudian inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat, seperti produksi pellet dari SOD, budidaya maggot black soldier fly sebagai pengurai sampah organik, hingga penggunaan sistem drop point bambu untuk fermentasi sampah, menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah secara modern.
Reporter : Suhardadi





