Pemerintah Kunci Harga Daging Sapi agar Stabil Hingga Lebaran

Jakarta, DUTA TV Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Kementerian Pertanian memastikan telah mengunci harga sapi hidup di angka Rp55.000/kg.

Kesepakatan ini berlaku mulai Januari hingga Lebaran Idulfitri 2026 mendatang. Dengan demikian harga daging sapi diharapkan stabil selama Ramadan.

Bapanas mengatakan, apabila ada pelaku usaha penggemukan sapi/kerbau (feedlotter) yang melepas ke pelaku usaha potong hewan dengan harga melebihi Rp 55.000 per kg, dipastikan pemerintah akan melakukan tindakan tegas.

Melalui kesepakatan harga sapi hidup ini, diharapkan akan berimplikasi positif pada Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen, sehingga daya beli masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri terus terjaga.

Adapun HAP tingkat produsen dan HAP tingkat konsumen untuk daging ruminansia telah diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024.

HAP tingkat produsen sapi hidup ditetapkan di Rp56.000 sampai Rp58.000 per kg. Sementara HAP tingkat konsumen untuk daging sapi segar/chilled paha depan Rp130.000 per kg, segar paha belakang Rp140.000 per kg, paha depan beku Rp105.000 per kg, dan daging kerbau beku Rp80.000 per kg.

“Kami cek, masih di bawah HAP. Rp55.000 per kilogram. HAP-nya Rp56.000 per kilogram. Kalau ada aku temukan di antara (pemegang kuota impor sapi/kerbau bakalan) 700 ribu ekor, ini perusahaannya 80 perusahaan, aku temukan (melanggar HAP), aku cabut izinnya,” tegas Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai memimpin Rapat Koordinasi Jelang Ramadan dan Idulfitri di Jakarta pada Kamis (22/1/2026) dikutip dari bapanas.go.id.

Dalam Proyeksi Neraca Pangan Daging Sapi/Kerbau per 6 Januari 2026, Bapanas memproyeksikan ketersediaan stok secara nasional sampai Idulfitri di Maret mendatang masih mencukupi.

Amran mengatakan, stok awal tahun 2026 berada di kisaran 41,7 ribu ton. Kemudian produksi dalam negeri ditambah hasil potong sapi/kerbau akan impor selama 3 bulan mencapai 125,2 ribu ton. Sementara estimasi realisasi impor Januari sampai Maret 18,5 ribu ton.

Dengan demikian, total ketersediaan Januari sampai Maret dapat mencapai 185,4 ribu ton, sedangkan proyeksi kebutuhan konsumsi daging sapi/kerbau secara nasional untuk periode yang sama berada di 179 ribu ton.(kom)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *