Pedagang di  Tokopedia Gelisah Sejak Ada TikTok Shop

Jakarta, DUTA TV – Pedagang Tokopedia gelisah di tengah beredarnya isu penutupan aplikasi belanja online tersebut.

Belakangan, isu yang ramai dibicarakan di media sosial X menyebutkan bahwa aplikasi Tokopedia akan ditutup dan digantikan oleh TikTok Shop yang berdiri sebagai platform terpisah.

Dalam narasi yang beredar, Tokopedia disebut akan dihentikan operasionalnya.

Menanggapi isu tersebut salah satu seller Tokopedia bernama Aldo (30), yang menekuni usaha pakaian, menilai jika kabar itu benar terjadi maka hal tersebut tak lepas dari permainan kapitalisme global.

Dia juga mengeluhkan sejumlah persoalan yang dirasakannya terkait kebijakan platform, yang menurutnya turut dialami oleh banyak seller lainnya.

“Udah mau diboikot sama seller gara-gara isu banyak barang impor ilegal masuk dan dijual di TikTok Shop,” ujar Aldo, Rabu (4/2/2026).

Selain itu, isu mengenai praktik cloning produk lokal Indonesia dari basis data produk terlaris juga semakin menambah keresahan para seller.

Pada awalnya penjualan di Tokopedia berjalan normal dan stabil.

Namun, sejak adanya kerja sama dengan TikTok Shop aktivitas jual beli di platform tersebut terasa menurun drastis.

“Di Tokped, yang dirasain setelah ada TikTok jadi enggak jalan,” katanya.

Meski begitu, Aldo menilai Tokopedia sejatinya merupakan platform yang cukup nyaman untuk berjualan online, terutama dalam hal pengelolaan dan pengambilan data penjualan (scraping data).

Pengalaman Aldo ini berbeda dengan rekannya yang menjual perangkat PC di Tokopedia.

Menurutnya, transaksi penjualan PC di Tokopedia hingga kini masih berjalan relatif normal.

Sementara itu, pihak TikTok memberikan klarifikasi atas isu yang beredar.

Juru bicara TikTok menegaskan bahwa perusahaan akan terus berinvestasi di Tokopedia dan di Indonesia.

Komitmen tersebut disebut sebagai bagian dari strategi mendorong pertumbuhan bisnis serta inovasi jangka panjang.

TikTok telah mengucurkan dana sebesar US$1,5 miliar atau sekitar Rp23 triliun untuk mengakuisisi 75,01% saham Tokopedia pada awal Januari 2024.

Dalam proses tersebut, Tokopedia menerbitkan sebanyak 38,19 juta saham baru yang seluruhnya diambil alih oleh TikTok.(bis)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *