Operasional Rumah Unggas Perlu Anggaran Rp5 M

Banjarmasin, Duta TV— Rumah Potong Unggas atau RPU di kawasan UPTD RPH Basirih hingga saat ini belum beroperasi. Padahal bangunan ini sudah rampung sejak tahun 2023 lalu, atau sekitar dua tahun yang lalu.
Kelengkapan fasilitas dan sumber daya manusia menjadi alasan belum operasionalnya RPU ini. Untuk melengkapi fasilitas dan SDM, pihak Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Banjarmasin mengaku memerlukan anggaran sekitar lima miliar rupiah.
Pada tahun ini baru anggaran untuk penyediaan air bersih yang bisa terealisasi. Jika RPU ini beroperasional, dalam sehari bisa melakukan pemotongan unggas sekitar 1.000 hingga 2.000 ekor unggas setiap harinya.
“Air bersih dan pengelolaan air limbah itu yang penting dulu. Kapasitas kita satu jamnya 1.000 ekor, kalau dua 2.000 ekor, lebih cepat dan higienis. Nanti kita audiensi lagi dan ekspos. Kita maksimalkan tahun ini atau awal tahun depan,” ucap Annang Dwijatmiko, Kepala UPTD RPH Basirih.
Sementara, menurut Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, yang menyempatkan untuk melakukan pemantauan ke RPU tersebut, berharap operasional alat yang sudah bisa dioperasionalkan pada 2025 ini.
“Kita berharap kunjungan kita, apa yang menjadi kendala dua unit tidak bisa dimanfaatkan, kita berharap tahun ini bisa dioperasionalkan. Jangan sampai terbengkalai dan rusak. Tahun ini juga minimal salah satu dioperasionalkan. Hewan, terkait limbah dan kehalalan,” ujarnya.
Adapun fasilitas yang perlu dilengkapi mulai dari penangkap unggas, penangkap darah, air bersih, sistem pembuangan limbah, dan pasokan listrik yang memadai.
Reporter: Zein Pahlevi





