Nasib Balita Idap Tumor & Kanker, Tunggu Antrian Kemoterapi Berhari-Hari

Banjar, Duta TV -– Muhammad Ahza, balita 3 tahun yang bermukim di Desa Manarap Baru, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, mengalami nasib yang cukup malang.
Sejak lahir, Ahza mengidap tumor mata dan harus menjalani operasi pengangkatan bola mata pada usia 1,4 tahun. Namun naas, setelah menjalani operasi, Ahza kembali dinyatakan mengidap kanker darah.
Akibatnya, hingga usianya tiga tahun, Ahza harus menjalani dua kemoterapi sekaligus, yaitu kemoterapi untuk tumor mata yang masih ganas dan dikhawatirkan menyebar ke mata kanan, serta kemoterapi untuk penyakit kanker darahnya.
Sayangnya, Ahza yang berasal dari keluarga tak mampu dengan pekerjaan ayah yang serabutan membuat kehidupan keluarganya semakin memprihatinkan.
Mereka tinggal di gubuk kecil dengan kondisi yang rusak parah. Ahza harus bolak-balik menjalani kemoterapi dua kali dalam seminggu. Kendati ditanggung BPJS, keluarga Ahza mengalami kesulitan dana untuk transportasi dan biaya hidup sehari-hari. Apalagi, saat menjalani kemoterapi, sang ayah harus bolak-balik melakukan pendaftaran dan menunggu antrian di RSUD Ulin untuk mendapatkan kamar pasca kemoterapi.
“Kendalanya ini di dana dua-duanya pengobatan kan, biasanya nebus obat diluaran terkadang kan mahal sama juga ayahnya tidak bekerja selama di RS mengurusi anak,” keluh Halimah ibunda Ahza.
Biasanya, pasca menjalani kemoterapi, Ahza harus menjalani perawatan lima hari hingga seminggu, tergantung berat atau tidaknya efek yang ditimbulkan, seperti muntah-muntah.
Jika sudah begitu, maka kedua orangtua terpaksa mencari dana talangan untuk kebutuhan di rumah sakit.
“Minta bantuan dari dermawan sebab abahnya kada tapi begawi menuggui di RS, otomatis sudah kada begawi,” lanjutnya.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti