Muhammad Zazuli Serukan Tanah Laut ‘Bersinar’ !

Tanah Laut, DUTA TV – Masifnya peredaran narkoba di Kabupaten Tanah Laut menjadi sorotan dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2025 yang digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Nol Kilometer Pelaihari, beberapa waktu lalu.

Momentum HANI dimanfaatkan sebagai ajang evaluasi dan refleksi terhadap upaya pencegahan di tengah ancaman narkoba yang membayangi generasi muda di Bumi Tuntung Pandang.

Puncak peringatan HANI tahun ini diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tanah Laut, dengan mengusung tema “Memutus Rantai Peredaran Gelap Narkoba Melalui Pencegahan, Rehabilitasi dan Pemberantasan Menuju Indonesia Emas 2045.”

Kegiatan ini menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika.

Kepala BNNK Tanah Laut, Ferey Hidayat, mengungkapkan situasi peredaran narkoba yang cukup mengkhawatirkan. Sejak tahun 2021 hingga 2025, tercatat 530 kasus narkoba dengan 625 orang tersangka. Ia menyebut jumlah itu kemungkinan belum mencakup keseluruhan kasus yang terjadi.

“Pemberantasan narkoba tidak cukup hanya pada penindakan, tetapi juga perlu langkah sistematis seperti edukasi dan rehabilitasi. Sepanjang tahun 2025, sudah ada 48 klien yang menjalani rehabilitasi rawat jalan di Klinik BNN Tanah Laut. Keberhasilan BNN RI dalam mengungkap dua ton narkoba yang hendak diedarkan di seluruh Indonesia menjadi bukti pentingnya kerja kolektif dalam memberantas narkotika,” ujar Ferey Hidayat.

Sementara itu, Wakil Bupati Tanah Laut, Muhammad Zazuli, menegaskan komitmen pemerintah kabupaten dalam mendukung program nasional pemberantasan narkoba. Ia menekankan perlunya pendekatan holistik dalam mewujudkan Kabupaten Tanah Laut Bersinar (Bersih dari Narkoba).

“Dampaknya sangat luas dan merusak. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu padu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Perlawanan terhadap narkoba tidak cukup hanya melalui penindakan, tapi harus melibatkan pendekatan menyeluruh dengan edukasi, pencegahan, rehabilitasi, dan pemberdayaan masyarakat. Mari kita jaga generasi muda kita dari bahaya narkoba. Bersama kita wujudkan Kabupaten Tanah Laut Bersinar dan Indonesia Emas 2045 yang bebas dari narkoba,” kata Muhammad Zazuli.

Sebagai bentuk apresiasi, penghargaan diberikan kepada desa-desa aktif dalam program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), serta kepada para pelajar yang berpartisipasi dalam lomba desain poster antinarkoba. Pesan edukatif juga disampaikan melalui pertunjukan seni tradisional Mamanda berjudul “Durjana dalam Selimut.”

Reporter : Suhardadi

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *