Mensos RI Akan Bantu Perbaikan Rumah Rusak Terkena Banjir di Kalsel

Kabupaten Banjar, Duta TV — Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menyampaikan jika pemerintah pusat berlaku adil dalam penyaluran berbagai macam bantuan kepada seluruh korban banjir di berbagai daerah.
Seperti halnya bantuan pascabanjir di Sumatra, maka bantuan bagi korban atau keluarga terdampak banjir di Provinsi Kalsel juga berlaku sama, sesuai klasifikasi dampak kerusakan yang diakibatkan banjir.
Terkait rumah yang rusak berat akibat banjir, maka jika memungkinkan bantuan perbaikan rumah dibangun di lokasi semula. Namun, jika tidak memungkinkan maka akan dilakukan relokasi bagi korban yang bersedia.
Selama masa darurat bencana, Gus Ipul memastikan pemerintah pusat dan daerah berupaya memberikan perhatian di wilayah terdampak banjir. Setiap kejadian bencana, pemerintah memiliki satu tim yang cakupan cukup besar dengan mekanisme penanggulangan yang terstruktur dan terarah. Selain memberikan bantuan perbaikan rumah, pemerintah pusat juga menyalurkan bantuan logistik untuk keperluan sehari-hari bagi warga terdampak banjir.
“Yang perabotannya hanyut dibawa banjir, kita kasih uang tunai. Bahkan, rumah yang rusak diganti sesuai tingkat kerusakan dan masih ada bantuan sosial lainnya. Perlakuan pemerintah ke semua korban sama ya, bantuan juga sama, tidak ada maksud untuk membeda-bedakan, tetapi juga sesuai kondisi korban yang terdampak. Bantuan semua bergantung pada asesmen pemerintah daerah, setelah itu baru kami salurkan. Bantuan diberikan bertahap agar korban bisa menjalani aktivitas normal,” katanya.
Sementara itu berdasarkan data BPBD, banjir di Kabupaten Banjar berdampak terhadap 41.196 kepala keluarga yang dihuni 116.027 jiwa dan 22.991 rumah terdampak. Kelompok rentan yang terdampak banjir di antaranya ibu hamil 272 orang, bayi 455 orang, balita 1.521 orang, anak-anak 2.380 orang, penyandang disabilitas 275 orang, dan lansia 2.911 orang.
Bencana banjir di Kabupaten Banjar juga berdampak terhadap fasilitas publik sebanyak 141 sekolah, 131 tempat ibadah, 18 gedung kantor, dan 18 unit jembatan terdampak. Sedangkan sektor pertanian juga mengalami kerugian signifikan dengan 3.451 hektare sawah dan kebun yang terendam, dan hingga saat ini terdata 5.045 jiwa yang mengungsi akibat banjir.
Reporter: Suhardadi





