Mengungsi ke Kota, Mega Berharap Bisa Mencari Rezeki

Kotabaru, DUTA TV Mengungsi ke ibu kota kabupaten menjadi pilihan sebagian warga Pulau Maradapan Kecamatan Pulau Sembilan Kabupaten Kotabaru pasca tanah longsor beberapa waktu lalu.

Beberapa dari mereka kini bermukim di kawasan pelabuhan Empat Serangkai Kelurahan Kotabaru Tengah Kecamatan Pulau Laut Sigam.

Sedikitnya ada 15 kepala keluarga yang mengungsi ke sini tak lama setelah longsor dengan menumpang kapal perintis.

Mereka sebagian besar tidak terdampak langsung bencana tersebut. Namun karena takut longsor terjadi lagi, mereka pun ikut mengungsi.

Menurut salah seorang pengungsi, Mega, mereka menempati rumah-rumah petak dengan biaya sewa Rp 400 ribu perbulan. Sambil menunggu kondisi di Pulau Maradapan kembali aman, mereka berharap bisa mencari rezeki untuk menyambung hidup.

“Ada 3-4 keluarga. Ruumah tidak kena tapi di sana terancam juga, sekalian mencari rezeki di sini, tergantung di sana pang kalau sudah aman,”katanya.

Sementara itu ada beberapa lokasi lainnya yang juga menjadi tempat pengungsian warga Pulau Maradapan. Relawan bencana, Hamas Al Qosam menjelaskan mereka terus melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan ke titik-titik pengungsian tersebut.

“Dari data yang kami dapat ada beberapa titik yang tersebar. Salah satunya hari ini kita bagikan di Empat Serangkai ada 61 jiwa 15 KK. Besok besok kita bagikan di Sebelimbingan ada 6 KK 27 jiwa, kemudian di Hilir ada 8 KK, di barak ada 3 KK infonya yang  masuk ke kami tapi belum didata. Kemudian di Semayap ada juga 2 KK. Bantuan untuk para pengungsi yang berada di ibukota kabupaten ini relatif masih minim,”terangnya.

Sebelumnya pemerintah melakukan distribusi bantuan langsung ke Pulau Maradapan namun warga justru banyak yang telah pergi. Adapun bantuan yang diperlukan pengungsi saat ini diantaranya bahan pangan serta kebutuhan sehari-hari.

Reporter : Nazat Fitriah

Saksikan terus program-program unggulan Duta Televisi live di sini

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *