Mengadu ke DPRD Kotabaru, Petani Sawit Keluhkan Pupuk

Kotabaru, DUTA TV — Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia atau APKASINDO mengadu ke DPRD Kabupaten Kotabaru, Senin tadi.

Mereka mengeluhkan sejumlah persoalan yang selama ini membelit petani kelapa sawit swadaya di Kabupaten Kotabaru. Di antara persoalan itu, yang utama petani kesulitan mendapatkan pupuk.

Meski ada jatah pupuk bersubsidi, namun menurut petani jumlahnya tidak cukup. mereka juga menengarai banyak pupuk oplosan beredar di pasaran. Dugaan pupuk oplosan ini merugikan petani lantaran hasil panen jadi tidak maksimal.

Menurut Ketua DPD APKASINDO Kotabaru Mondes Sembiring, pupuk tersebut tidak berdampak pada tanaman.

“pupuk itu dikasih ke tanaman gak ada efek, indikasinya ya pupuk palsu padahal harganya mahal, ada pupuk bersubsidi melalui kelompok tani tapi terbatas dan belakangan ini sangat sedikit jadi kendala utama memang pupuk,” katanya.

Selain pasokan pupuk, petani juga mengeluhkan pengurusan surat tanda daftar budidaya atau yang selam bertahun-tahun tak kunjung diproses oleh SKPD terkait. Sementara tanpa surat tersebut, harga jual sawit petani swadaya rentan dipermainkan.

“seperti 2018 harga hancur ternyata kendalanya di STDB tadi, sudah kami urus ada tiga kecamatan sudah kami verifikasi tapi tidak serius ditangani,” ungkap Pengurus DPD APKASINDO Kotabaru.

Menyikapi peliknya persoalan yang dihadapi petani kelapa sawit swadaya,DPRD Kabupaten Jotabaru berencana membentuk tim. Disamping itu, dewan juga akan menjembatani aspirasi petani dengan instansi teknis.

“mereka mempermasalahkan keaslian pupuk berarti ada yang tidak benar dengan pengadaannya dan kami juga akan komunikasikan semua bagaimana menjembatani aspirasi masyarakat,” kata Wakil Ketua D0RD Kotabaru Muhammad Arif.

Para petani sendiri berharap adanya pemberdayaan dan perlindungan dari pemerintah. mereka juga menuntut kepastian harga sawit di tingkat petani swadaya.

Reporter : Nazat Fitriah.

Redaksi

Editor & Uploader

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *