Lulusan Poliban Diajak Ikut Bangun Banjarmasin

BANJARMASIN, DUTA TV — Seribu lebih lulusan Politeknik Negeri Banjarmasin resmi menyandang gelar diploma setelah menjalani prosesi wisuda, Selasa pagi (23/09/25). Mereka lulus dengan status sudah tersertifikasi dan dinyatakan kompeten oleh BNSP.
Dalam prosesi Dies Natalis ke-38 dan Wisuda ke-36 Poliban ini, turut hadir Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hajjah Ananda, yang menyampaikan orasi ilmiahnya.
Dalam orasinya, ribuan lulusan diajak untuk bersama-sama membangun Kota Banjarmasin dan mengatasi permasalahan yang ada di Kota Seribu Sungai.
Sesuai dengan tema Dies Natalis 38 Tahun Membangun Vokasi Merajut Banua Emas dengan Transformasi Digital dan Hilirisasi Energi, para lulusan diharapkan tak perlu jauh-jauh mencari kerja. Mereka diajak untuk berkontribusi memberikan sumbangsih, baik tenaga maupun pikiran, untuk Kota Banjarmasin yang maju dan sejahtera.
“Jadi kan tantangan yang dihadapi wisudawan dan wisudawati Poliban ke-36 ini adalah satu tantangan teknologi. Kita berharap hilirisasi energi, tantangan teknologi ini bisa menjadikan solusi dalam permasalahan yang kita hadapi sekarang di Kota Banjarmasin,” ungkap Ananda.
“Kita berharap yang dipelajari mereka selama di Poliban, mereka tak hanya diajari hard skill tapi juga soft skill. Itu bisa diterapkan untuk membangun Kota Banjarmasin. Jadi tidak usah jauh-jauh mencari gawai di luar, kita punya banyak permasalahan yang bisa dibantu oleh lulusan Poliban,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Poliban, Joni Riadi, berharap para lulusan tahun akademik 2024–2025 mampu membuktikan kompetensinya saat memasuki dunia kerja. Bahkan, ia tak memungkiri sudah ada beberapa lulusan yang terserap di dunia kerja sebelum mereka diwisuda.
“Sebenarnya kami sudah siapkan terkait dari awal. Sejak mereka masuk, kita siapkan untuk les Bahasa Inggris. Begitu lulus, mereka akan diukur lagi tingkat pencapaiannya untuk Bahasa Inggrisnya. Kita juga membekali mereka baik soft skill maupun hard skill, dan ini kami buktikan pada saat sebelum lulus mereka diwajibkan ikut sertifikasi kompetensi. Kalau mereka lulus berarti kompeten, kalau tidak lulus kita ulangi lagi sampai mereka kompeten,” ujar Joni.
“Harusnya mereka sudah tersertifikasi dan kompeten. Ini juga sertifikasi dari BNSP. Harapannya mudah-mudahan mereka ini bisa meningkatkan persentase kerja, meningkatkan prestasi, dan bisa melanjutkan studinya,” sambungnya.
Dalam wisuda ini turut diberikan penghargaan kepada para mahasiswa dan mahasiswi terbaik di masing-masing prodi. Bahkan, dua dari 20 lulusan terbaik meraih IPK 4,00 atau summa cum laude.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





